Petani dan Penambang Pinogaluman Sepakat Hentikan PETI hingga Panen

PINOGALUMAN, BINADOW.COM — Petani dan penambang di Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, mencapai kesepakatan menghentikan sementara aktivitas Pertambangan Tanpa Izin  (PETI) dengan metode penyemprotan (tailing) di sekitar Sungai Andagile. Kesepakatan itu dicapai dalam forum komunikasi dan dialog yang digelar di Kecamatan Pinogaluman, Kamis, (11/6/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perwakilan petani, perwakilan penambang, Tim Irigasi Buko, serta unsur Polsek Pinogaluman. Dialog digelar menyusul keluhan petani terkait kondisi air Sungai Andagile yang keruh dan diduga berdampak pada sistem irigasi persawahan.

Sekretaris Kecamatan Pinogaluman, Ismail Hasan, bersama para sangadi dari Desa Busato, Kayuogu, Padango, Batubantayo, Tontulow Utara, dan Tontulow Induk, hadir dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 14.30 Wita hingga 17.30 Wita.

Dalam forum tersebut, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa menekankan pentingnya mencari jalan tengah. Petani dan penambang dinilai sama-sama menggantungkan mata pencaharian dari sektor yang mereka tekuni sehingga penyelesaian harus mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak.

Hasil peninjauan lapangan yang dipaparkan dalam pertemuan menunjukkan kekeruhan air sungai diduga berasal dari aktivitas pertambangan dengan metode tailing. Aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan sedimentasi pada saluran primer irigasi dan mengurangi debit air yang mengalir ke lahan pertanian masyarakat.

Perwakilan petani menyampaikan mereka tidak menuntut penghentian aktivitas pertambangan secara permanen. Namun, para petani berharap penambang memperhatikan dampak kegiatan mereka terhadap kualitas air yang menjadi sumber irigasi sawah.

Di sisi lain, perwakilan penambang menyatakan kesediaan membuat bak penampungan lumpur sebagai upaya mengurangi sedimentasi yang masuk ke aliran sungai. Meski demikian, mereka meminta pertemuan lanjutan karena masih banyak kelompok penambang yang belum mengikuti dialog tersebut.

Forum kemudian menghasilkan kesepakatan menghentikan sementara aktivitas penyemprotan (tailing) hingga masa tanam padi selesai. Para pihak juga sepakat menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan melibatkan seluruh kelompok penambang guna membahas solusi teknis yang dapat diterapkan secara bersama.

Kapolsek Pinogaluman IPDA Ismail R. Nani melalui personelnya mengapresiasi langkah musyawarah yang ditempuh masyarakat. Kepolisian, kata dia, akan terus melakukan pemantauan dan mendorong penyelesaian yang mengutamakan keamanan, ketertiban, serta kepentingan masyarakat. (**/dan)

Exit mobile version