BOROKO, BINADOW.COM — Sorak-sorai penonton pecah di lapangan terbuka Boroko saat tim sepak bola PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saling berhadapan dalam laga persahabatan yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno, Minggu (21/6/2026).
Meski berstatus laga ekshibisi, pertandingan berlangsung jauh dari kata santai. Kedua tim tampil ngotot sejak peluit awal dibunyikan. Adu kecepatan, duel lini tengah, hingga jual beli serangan mewarnai pertandingan yang menyedot perhatian kader dan simpatisan kedua partai tersebut.
Tim PDI Perjuangan tampil lebih agresif pada menit-menit awal. Serangan demi serangan dilancarkan melalui sektor sayap yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan PKB.
Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan tim Banteng akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-10. Saifudin Rahman berhasil menusuk dari sisi lapangan sebelum melepaskan umpan tarik ke dalam kotak penalti. Afik Pua yang berada di posisi ideal tanpa ragu menyambut bola dan mengirimnya ke pojok gawang yang dijaga Samtoro.
Gol tersebut langsung disambut gemuruh para pendukung PDI Perjuangan yang memadati sisi lapangan. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim Banteng.
Tertinggal satu gol membuat PKB meningkatkan tempo permainan. Tim besutan Donal Lamunte itu mulai berani keluar menyerang dan memaksa lini pertahanan PDI Perjuangan bekerja lebih keras.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-15.
Gol balasan PKB lahir melalui proses yang cukup dramatis. Bermula dari pergerakan Mardan Umar di sektor kanan serangan, pemain PKB itu sempat terjatuh saat berebut bola dengan pemain lawan. Namun situasi tersebut justru menguntungkan tim PKB. Bola liar mengarah ke Aprianto Babay yang langsung bergerak cepat menyusuri sisi kanan lapangan.
Melihat Donal Lamunte berdiri bebas di depan gawang, Aprianto melepaskan umpan tarik terukur ke dalam kotak penalti. Donal yang datang tanpa pengawalan ketat tak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Dengan satu sentuhan, Ketua PKB Bolaang Mongondow Utara itu sukses memperdaya penjaga gawang PDI Perjuangan dan mengirim bola bersarang ke dalam gawang.
Gol tersebut sontak disambut sorak pendukung PKB. Kedudukan berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin panas. Kedua tim mulai bermain lebih terbuka, saling menyerang, dan berupaya mencari gol tambahan sebelum turun minum.
Beberapa peluang tercipta dari kedua kubu, namun belum ada yang mampu mengubah papan skor. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, kedudukan tetap bertahan imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua tim tidak lagi bermain hati-hati. Duel-duel fisik di lapangan tengah semakin sering terjadi, sementara para pendukung dari kedua kubu terus memberikan dukungan dan sorakan yang membuat suasana pertandingan semakin hidup.
Ketegangan sempat memuncak saat Kapten Tim PDI Perjuangan, Feky Rahman, terlibat benturan keras dalam perebutan bola. Insiden tersebut membuat Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Boltara itu terjatuh dan harus mendapatkan perawatan medis di tepi lapangan.
Meski sempat membuat rekan-rekannya cemas, Feky akhirnya kembali melanjutkan pertandingan dan tetap menjadi motor serangan tim Banteng.
Di luar lapangan, Ketua DPC PDI Perjuangan Boltara, Drs. Hi. Amin Lasena, terlihat serius mengikuti jalannya pertandingan. Beberapa kali ia tampak berdiri dari tempat duduknya sambil memberikan arahan kepada para pemain yang bertanding.
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-35.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-35. Berawal dari kerja sama apik yang dibangun Ronny Wopairi, bola berhasil dikirim ke jantung pertahanan PKB. Iwan yang berada di posisi ideal tanpa ragu menyambut umpan tersebut. Tendangan keras pemain yang juga merupakan suami Dewi Zandra Astuti Mondo itu tak mampu dibendung penjaga gawang PKB. Sorak pendukung PDI Perjuangan pun pecah ketika bola bersarang di dalam gawang dan mengubah skor menjadi 2-1.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain PDI Perjuangan. Sebaliknya, PKB yang tertinggal mulai bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.
Namun kondisi itu justru dimanfaatkan dengan baik oleh tim Banteng melalui serangan balik cepat.
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, PDI Perjuangan berhasil memperlebar keunggulan.
Gol ketiga lahir melalui kombinasi permainan yang dibangun Feky Rahman dan Mardan Ndune. Kerja sama keduanya sukses membongkar pertahanan PKB sebelum bola mengarah kepada Arman Lumoto yang berdiri bebas di depan gawang.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Arman melepaskan tendangan terukur yang gagal diantisipasi penjaga gawang lawan. Bola meluncur deras ke dalam gawang dan mengubah kedudukan menjadi 3-1.
Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan PDI Perjuangan atas PKB dalam laga persahabatan yang berlangsung sengit dan penuh gengsi tersebut.
Meski pertandingan berlangsung keras dan sarat adu strategi, suasana persaudaraan tetap terjaga hingga peluit panjang dibunyikan. Para pemain dari kedua tim terlihat saling bersalaman dan berfoto bersama sebagai simbol sportivitas dan kebersamaan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Boltara, Drs. Hi. Amin Lasena, mengatakan pertandingan tersebut bukan sekadar soal menang atau kalah.
“Yang paling penting adalah kebersamaan, silaturahmi, dan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno. Di lapangan kita bertanding, tetapi di luar lapangan kita tetap bersaudara,” ujar Amin kepada media ini.
Uniknya, skor akhir 3-1 seolah mengikuti nomor urut kedua partai. PDI Perjuangan yang menang identik dengan nomor urut 3, sedangkan PKB yang mencetak satu gol identik dengan nomor urut 1. Kebetulan yang mengundang senyum para penonton di pinggir lapangan.
Terlepas dari hasil akhir pertandingan, duel persahabatan antara PDI Perjuangan dan PKB berhasil menghadirkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan gotong royong yang menjadi ruh peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (**/dan)
