BOROKO, BINADOW.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Meidi Pontoh, menyoroti ketersediaan obat dan kualitas air di RSUD Boltara saat mendampingi istrinya menjalani perawatan.
Menurut Meidi, dia beberapa kali harus mencari obat di luar rumah sakit karena obat yang diresepkan tidak tersedia di instalasi farmasi.
“Kami harus mencari obat di luar. Persoalannya, apotek di daerah ini tidak banyak dan obat yang dicari juga belum tentu tersedia,” ujar Meidi kepada media ini.
Selain itu, Meidi mengeluhkan kondisi air di lingkungan rumah sakit yang menurutnya tampak keruh dan berminyak sehingga menimbulkan ketidaknyamanan selama proses perawatan.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Boltara drg. Firlia Mokoagow melalui Kasubag Tata Usaha Siti Nurhidayah, SKM, M.Si menjelaskan, apabila obat yang masuk dalam layanan BPJS tidak tersedia di instalasi farmasi, pasien dapat menebusnya di apotek yang telah bekerja sama dengan RSUD.
Menurut pihak rumah sakit, kerja sama dengan apotek mitra dilakukan guna menjamin ketersediaan obat ketika stok di RSUD kosong atau distribusi dari pemasok belum dilakukan.
“Sampai saat ini RSUD masih bekerja sama dengan pihak apotek luar dalam pemenuhan obat-obat BPJS jika stok di RSUD belum tersedia atau belum dikirim oleh distributor,” jelas pihak RSUD.
Pihak rumah sakit juga menerangkan pasien akan diberikan salinan resep yang telah divalidasi petugas farmasi apabila obat yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit. Salinan resep tersebut digunakan sebagai dasar penebusan obat di apotek mitra.
Terkait kualitas air, manajemen RSUD menjelaskan pasokan air bersumber dari jaringan air pegunungan yang sebelumnya dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum.
Menurut pihak rumah sakit, pasokan air dapat terganggu apabila debit air dari sumber pegunungan berkurang atau mengalami kendala. Dalam kondisi tersebut, RSUD akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran guna mengisi bak penampungan air yang tersedia di rumah sakit.
Sorotan terhadap pelayanan RSUD Boltara bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, rumah sakit tersebut sempat menjadi perhatian setelah ambulans yang digunakan merujuk pasien ke Manado dilaporkan mengalami gangguan di tengah perjalanan.
Ketersediaan obat juga pernah menjadi keluhan sejumlah pasien. Selain itu, pelayanan rumah sakit beberapa kali menjadi perhatian masyarakat, termasuk terkait jatah makanan pasien.
Keluhan yang disampaikan Meidi menjadi bagian dari berbagai masukan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di RSUD Boltara yang sebelumnya juga pernah disampaikan ke publik. (**/dan)
