BOROKO, BINADOW.COM — Upacara serah terima jabatan di Lapangan Apel Polres Bolaang Mongondow Utara, Selasa, (21/7/2026), menandai berakhirnya masa tugas IPDA Ismail R. Nani, S.E., M.H., sebagai Kapolsek Pinogaluman. Berdasarkan Keputusan Kapolda Sulawesi Utara Nomor KEP/361/VII/2026, ia kini dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kasat Tahti Polres Bolaang Mongondow Utara.
Rotasi itu sekaligus menutup hampir dua tahun kepemimpinannya di wilayah yang menjadi pintu gerbang Sulawesi Utara dari arah Gorontalo. Selama memimpin Polsek Pinogaluman, Ismail menghadapi beragam persoalan, mulai dari konflik sosial, dugaan pertambangan tanpa izin (PETI), pelayanan kepolisian, hingga menjaga keamanan di jalur Trans Sulawesi.
Salah satu tantangan terbesar muncul ketika aktivitas PETI di Desa Busato menjadi sorotan masyarakat. Keluhan petani terkait keruhnya aliran Sungai Andagile yang menjadi sumber irigasi sawah mendorong aparat melakukan serangkaian langkah di lapangan.
Ismail memimpin pengecekan bersama tim gabungan yang melibatkan Polres Bolaang Mongondow Utara, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara. Dalam operasi itu, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan maupun alat berat yang sedang beroperasi. Meski demikian, tim masih mendapati jejak aktivitas tambang dan kondisi sungai yang keruh sehingga pemantauan terus dilakukan.
Persoalan tersebut kemudian ditempuh melalui dialog yang mempertemukan petani, penambang, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan unsur kepolisian. Forum menghasilkan kesepakatan penghentian sementara aktivitas penyemprotan material tambang hingga masa panen selesai, sembari menyiapkan pembahasan lanjutan mengenai solusi teknis yang dapat diterapkan bersama.
Di luar penanganan konflik lingkungan, Ismail juga beberapa kali memimpin respons terhadap laporan masyarakat. Salah satunya saat seorang anak dilaporkan hilang dan diduga dibawa ke luar daerah. Bersama personelnya, Polsek Pinogaluman bergerak cepat melakukan penyekatan di jalur Trans Sulawesi dan berkoordinasi dengan kepolisian di Gorontalo hingga anak tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Pendekatan kepada masyarakat juga dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial. Selama Ramadan, Polsek Pinogaluman membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan, menggelar bakti sosial, serta buka puasa bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.
Hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat juga dibangun melalui kegiatan nonformal. Salah satunya menggelar nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 di halaman Mapolsek Pinogaluman yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga setempat. Menurut Ismail, kegiatan semacam itu menjadi ruang membangun komunikasi dalam suasana yang lebih akrab.
Di bidang pelayanan, Ismail memperkenalkan kemudahan pengurusan izin keramaian bagi masyarakat. Kepada media ini, ia menjelaskan warga yang akan menggelar resepsi pernikahan atau hajatan tidak lagi harus datang ke Mapolsek. Permohonan cukup diajukan melalui pemerintah desa yang kemudian menginput data ke aplikasi pelayanan yang terhubung dengan Polsek Pinogaluman. Setelah diproses, surat izin diantar langsung oleh personel kepolisian kepada pemohon atau pemerintah desa.
“Tujuannya memangkas waktu dan biaya masyarakat. Warga tidak perlu lagi bolak-balik ke Polsek hanya untuk mengurus izin keramaian,” ujar Ismail kepada media ini.
Selain pelayanan administrasi, wilayah Pinogaluman yang berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo juga menuntut pengamanan ekstra, terutama saat arus mudik Idulfitri. Polsek Pinogaluman memperketat patroli di jalur perbatasan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan memastikan arus lalu lintas tetap lancar.
Menjelang akhir masa jabatannya, Ismail juga menerima kunjungan kerja Kapolres Bolaang Mongondow Utara AKBP Andhika Fitransyah. Dalam kesempatan itu, Kapolres menekankan pentingnya menjaga soliditas personel sebagai fondasi pelayanan kepada masyarakat.
Kini tongkat komando Polsek Pinogaluman beralih kepada IPDA Musril Melanu. Sementara Ismail melanjutkan pengabdiannya sebagai Kasat Tahti Polres Bolaang Mongondow Utara, meninggalkan sejumlah program yang dijalankan selama memimpin wilayah hukum Polsek Pinogaluman.
Penulis: Ramdan Buhang
