31 PPL Boltara Resmi Sandang Status PNS, Siap Perkuat Pendampingan Petani

BOROKO, BINADOW.COM – Sebanyak 31 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diambil sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus dilantik dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian di lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Prosesi berlangsung di Cafe & Resto Coconut Beach, kawasan Pantai Batu Pinagut, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Pelantikan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Latsar) yang diikuti para penyuluh sejak 25 Februari hingga 19 Juni 2026. Sebelumnya, formasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dibuka Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada seleksi CPNS Tahun 2024 sebanyak 31 formasi. Sejak Januari 2026, para penyuluh resmi dialihkan menjadi bagian dari Kementerian Pertanian.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menegaskan pelantikan bukan sekadar pengesahan administratif, melainkan ikrar moral dan hukum yang mengikat setiap ASN kepada Tuhan, bangsa, dan negara.

Menurutnya, setiap ASN wajib menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalankan tugas.

“Pelantikan ini menjadi awal tanggung jawab sebagai penyuluh pertanian yang berperan sebagai agen perubahan dalam mendampingi, memberdayakan, dan meningkatkan kapasitas petani,” ujar Idha.

Ia menekankan, para penyuluh memiliki peran strategis dalam menyukseskan berbagai program prioritas Kementerian Pertanian. Di antaranya mengawal Brigade Pangan, transformasi pertanian modern, regenerasi petani, pendampingan usaha tani, hingga optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Selain itu, penyuluh diminta mengakselerasi gerakan tanam serempak pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan indeks pertanaman, menghemat penggunaan air, sekaligus menekan serangan hama dan penyakit tanaman.

Menghadapi potensi musim kemarau maupun fenomena El Niño, Idha juga meminta penyuluh mengoptimalkan pemanfaatan pompa air dan tandon sebagai sumber irigasi, disertai penggunaan varietas unggul yang berumur genjah dan tahan kekeringan.

Di sisi lain, penerapan sistem pertanian modern atau Advanced Agriculture System menjadi salah satu fokus yang harus terus didorong. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing sektor pertanian nasional.

Dalam pelaksanaan tugas, para penyuluh juga diingatkan menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai fondasi membangun pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.

Idha turut mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan penyuluhan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada kemampuan penyuluh, tetapi juga kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal pengabdian para penyuluh pertanian dalam mendukung percepatan program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk mewujudkan swasembada pangan melalui pelayanan yang berintegritas, inovatif, dan berbasis kolaborasi.

Penulis: Ramdan Buhang

Exit mobile version