BOROKO, BINADOW.COM — Sebanyak 710 siswa SMA Negeri 1 Bolangitang Barat menjalani aktivitas belajar di sekolah yang telah berusia 41 tahun. Di tengah capaian prestasi yang terus berkembang, kondisi sejumlah sarana sekolah justru membutuhkan perhatian.
Saat musim penghujan tiba, air merembes melalui atap yang rusak dan menetes ke dalam ruang belajar. Kondisi itu membuat aktivitas pembelajaran siswa dan guru terganggu.
Kepala SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, Hamjan Ahmad, mengatakan kerusakan atap menjadi salah satu persoalan utama bangunan sekolah. Dari luar, kondisi bangunan masih terlihat baik, tetapi kerusakan pada bagian atap sudah cukup parah.
“Kalau dilihat dari luar memang kelihatan bagus, tapi atap sudah rusak total,” kata Hamjan kepada media ini, Senin (24/08/2026)
SMA Negeri 1 Bolangitang Barat merupakan salah satu sekolah yang telah lama berdiri di Bolaang Mongondow Utara. Selama 41 tahun, sekolah tersebut disebut belum pernah mendapat rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan utamanya.
Selain atap, sekolah membutuhkan rehabilitasi ruang dewan guru, laboratorium dan sejumlah ruang kelas. Fasilitas komputer juga menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan pihak sekolah.
Kondisi sarana itu menjadi persoalan tersendiri karena sekolah saat ini menampung 710 siswa dalam 21 rombongan belajar. Tenaga pendidiknya terdiri atas 26 guru ASN, 11 guru PPPK dan 10 guru non-ASN.
Di sisi lain, prestasi sekolah terus berkembang. Pada 2025, SMA Negeri 1 Bolangitang Barat meraih Juara 1 Umum Pramuka tingkat SMA/SMK se-Bolaang Mongondow Utara serta Juara 1 Umum Perbuatan Piala Gubernur tingkat SMA/SMK se-Bolaang Mongondow Utara. Sekolah itu juga masuk Sekolah Penggerak Angkatan ke-3.
Pada 2026, SMA Negeri 1 Bolangitang Barat terpilih sebagai salah satu sekolah model di Sulawesi Utara. Hanya dua sekolah negeri di provinsi itu yang disebut terpilih, yakni SMA Negeri 1 Manado dan SMA Negeri 1 Bolangitang.
Sekolah ini juga masuk dalam 100 sekolah di Indonesia yang menerima bantuan peralatan Laboratorium IPA. SMA Negeri 1 Bolangitang disebut menjadi satu-satunya sekolah di Sulawesi Utara yang memperoleh bantuan tersebut.
Prestasi terbaru datang dari ajang FLS3N. Tim tari kreasi SMA Negeri 1 Bolangitang meraih Juara 1 tingkat Provinsi Sulawesi Utara dan berhak mewakili provinsi itu ke tingkat nasional.
Prestasi itu tidak lepas dari program pembinaan akademik dan nonakademik yang dijalankan sekolah. Di bidang akademik, sekolah melakukan pemetaan kemampuan siswa, pembinaan Olimpiade Sains, try out dan simulasi ujian, serta pendampingan siswa berprestasi melalui program Guru Pembimbing Prestasi.
Sekolah yang disingkat Smabol itu menargetkan, setiap bidang unggulan memiliki siswa binaan, meningkatkan jumlah peserta dan juara kompetisi akademik, sekaligus membangun database prestasi siswa.
Tahun ini, sebanyak 234 siswa tercatat lulus dari SMA Negeri 1 Bolangitang Barat. Jumlah tersebut menambah catatan prestasi sekolah yang tetap berjalan di tengah kebutuhan rehabilitasi sarana dan prasarana.
Persoalan fasilitas kini menjadi salah satu kebutuhan utama sekolah agar proses pembelajaran bagi ratusan siswa dapat berlangsung dengan sarana yang lebih layak.
Penulis: Ramdan Buhang
