Selamatkan Ibu Yang Di Cekik Adik Bunuh Kakak Kandung, Pelaku Menyerahkan Diri

oleh -1.308 views
Banner Iklan Sariksa

BINADOW.COM, PANIARAN – Seorang pria asal Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara membunuh kakak kandungnya sendiri, Rabu (10/3/2021).

Pelaku berinisial SN (18) nekat menghabisi nyawa sang kakaknya, AN (34) karena telah menganiaya ibu mereka, FT (61).

Dilansir dari Tribun Medan, Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing mengatakan kejadian berawal saat korban AN mendatangi ibunya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita peroleh dari saksi maupun tersangka, kejadian tersebut berawal saat korban AN mendatangi ibunya FT ke rumahnya dengan marah-marah tanpa sebab,” kata Baringbing dikutip dari Tribun Medan, Kamis (11/3/2021).

Di rumah orangtuanya, kebetulan ada pelaku SN dan kakaknya yang lain SUN (22). Sementara sang ayah tidak berada di rumah karena masih berada di kebun.

Ibu dicekik dan hendak ditusuk

AN tiba-tiba mencekik leher ibunya hingga kemudian dilerai oleh SN dan SUN.

Tindakan AN semakin brutal dengan mengeluarkan gunting yang sudah disiapkan dan mengarahkan kepada ibunya.

“Korban juga sempat hendak menusuk ibunya dengan gunting, namun sempat ditahan dan dilerai dua adiknya,” ucap Baringbing. SUN kemudian membawa ibunya menyelamatkan diri.

AN masih saja terus berusaha mengejar ibunya. Pelaku SN kemudian mengambil kayu dari samping rumah dan memukulkan ke arah kepala AN.

“Pelaku dengan terpaksa membunuh kakak kandungnya sendiri, dengan menggunakan kayu,” ujar dia. AN dipukul berkali-kali dan langsung tersungkur hingga tewas.

“Korban dipukul sebanyak enam kali di bagian kepala, hingga tewas di tempat,” kata Baringbing.

Pelaku menyerahkan diri

Usai peristiwa itu, pelaku yang membunuh kakaknya langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong.

“Pelaku tidak lari dan malah menyerahkan diri,” ujar Baringbing.

Hasil pemeriksaan polisi, korban sering bersikap jahat kepada kedua orangtuanya, seperti marah-marah dan mengancam.

“Dan ayah mereka saat kejadian sedang berada di kebun. Dan dari pengakuan pelaku serta keluarga, korban diketahui sering berbuat jahat tanpa alasan yang jelas,” ungkap Baringbing.

Sumber : KOMPAS.com, Tribun Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *