DPMPTSP Gunung Mas Dapat Kucuran DAK Sebesar 800 Juta

oleh -380 views
Kepala DPMPTSP Gumas Aga Handuran
Banner Iklan Sariksa

BINADOW.COM, GUNUNG MAS – Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas (GUMAS) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) lagi-lagi mendapat kucuran anggaran pemerintah pusat melalui APBN 2021.

Total 800 Juta bantuan pusat tersebut berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk Fasilitasi Penanaman Modal (FPM) sebesar 335 Juta dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 500 Juta.

Kepala DPMPTSP Gumas Aga Handuran menerangkan, bahwa pemanfaatan anggaran DAK non fisik untuk FPM guna mendukung biaya operasional dinas termasuk kegiatan pemantauan dan pengawasan dengan mengacu pada kewenangan yang diatur dalam perundan-undangan.

Lebih lanjut Handarun mengatakan, jika merujuk pada petunjuk teknis (Juknis) anggaran sebesar 335 Juta itu dapat digunakan pada pembinaan dalam upaya peningkatan pembangunan ekonomi, berupa bimbingan teknis (bimtek) serta sosialisasi.

 “Dana FPM juga ditujukan untuk membantu daerah melakukan fasilitasi penyelesaian permasalahan dalam rangka eksekusi realisasi investasi, mengintegrasikan fungsi pengendalian sistem One Single Submission (OSS), serta melakukan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal”, tutur Handarun kepada Wartawan belum lama ini.

Handarun berharap, pemanfaatan anggaran tersebut mampu mendorong peningkatan daya saing daerah khususnya peningkatan kemudahan berusaha dan realisasi penanaman penanaman modal.

Sementara Penggunaan dana DID sebasar 500 Juta, akan diprioritaskan pada belanja fisik utamanya pengadaan peralatan kerja, operasional dinas seperti Alat Tulis Kantor (ATK) dan digitalisasi pelayanan pendidkan dan kesehatan.

Selain itu terang Handarun, dana DID juga akan digunakan untuk pemulihan dan pemberdayaan perekonomian daerah termasuk pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), industri kecil, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dana DID tidak dapat digunakan untuk mendanai Honorarium dan perjalanan dinas. DID ini diberikan pemerintah pusat merupakan reward atau penghargaan tarhadap daerah yang memiliki kinarja baik dalam penaganan pandemi Covid-19 serata memiliki inovasi terbaik dalam pelaksanaan normal baru” ujar Alumnus STIMI Banjarmasin itu. [Tr-07]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *