Harga Gas Elpiji Di Bolmut Meroket, Disperindakop Warning Agen Nakal

oleh -222 views
Sekretaris Disperindakop Bolmut, Dr. Arter Datunsolang
Banner Iklan Sariksa

BINADOW.COM, BOROKO – Menjelang perayaan hari raya idul Fitri tahun ini, penggunaan tabung Gas LPG (baca Elpiji) khususnya di kabupaten Bolaang Mongondow Utara meningkat tajam. Hal ini menyebabkan Harga gas elpiji kian meroket.

Kebutuhan warga terhadap gas Elpiji tidak terpenuhi dengan maksimal, warga sering kehabisan stok di sejumlah agen-agen yang ada.Kondisi tersebut memaksa mereka membeli dari kios-kios pengecer meskipun dijual dengan harga tinggi.

“kami terpaksa membeli di pengecer dengan harga 30-35 ribuan per tabung 3 Kg. kalau harga agen hanya dikisaran 23 ribu per tabung bobot 3 Kg” ujar Fitra salah satu warga Boroko timur.

Fitra menuturkan sebelumnya bermaksud membeli di agen terdekat, namun karna sudah kehabisan stok, maka dia membeli disalah satu kios pengecer. Yang letaknya tidak terlalu jauh dari agen pangkalan.

“Kios itu menyimpan Stok yang banyak, saya tidak tau dari mana dapatnya. Agak heran juga sih, di agen penyaluran  resmi kosong, tapi kok  di kios tersedia banyak?. Semoga saja tidak ada kong kalingkong dengan pihak agen,” kata Fitra dengan mimik wajah heran

Diapun meminta Pemerintah Daerah melalui dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) mengambil langkah tegas mengenai kondisi tersebut.

Menaggapi hal tersebut, Sekretaris Disperidakop Bolmut Dr. Arter Datunsolng yang dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (5/5/2021) mewarning sejumlah Agen gas Elpiji di Bolmut. Menurutnya, bahwa pasokan gas Elpiji disetiap Agen sudah disesuaikan dengan kebutuhan warga. Dia menduga permasalahan gas 3 kg tersebut disebabkan penyaluran dari pangkalan ke masyarakat yang tidak sesuai teknis.

Kordinator Majelis Daerah KAHMI Bolmut ini berjanji akan akan segera berkoordinasi dengan agen dan akan memberikan sanksi kepada pangkalan pangkalan yang nakal , Apalagi tidak tepat sasaran menyalurkan gas subsidi sesuai peruntukan untuk masyarakat miskin, nelayan kecil, dan usaha mikro.

“Jika kita temukan agen-agen nakal yang membuat resah masyarakat dan membuat gaduh ini akan kita beri sanksi dan surat peringatan. Jika masih tidak diindahkan, maka kami akan segera berkordinasi dengan dinas perizinan untuk mencabut izin pangkalan tersebut,” ujarnya. [dan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *