BINADOW.ID, BOROKO – Sangadi Desa Binuni, Frets Bobi Pontoh, secara tegas membantah tuduhan dugaan korupsi yang beredar. Kepada media ini, Bobi memberikan klarifikasi terkait beberapa item yang disoroti dalam laporan tersebut, serta memaparkan lebih detail tentang program ketahanan pangan desa yang dinilai strategis bagi kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan drainase senilai Rp126 juta adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemdes Binuni pada tahun 2021, sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. “Saya dilantik pada bulan Desember tahun 2021, dan kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sebelum saya menjabat,” kata Bobi, Sabtu (8/06/2024).
Bobi menjelaskan bahwa pada masa pemerintahannya, ia ingin melanjutkan kegiatan drainase yang mangkrak tersebut, namun hal itu tidak dapat dilaksanakan karena terkendala pembebasan lahan.
Terkait rehab jaringan Pansimas tahun 2022 senilai Rp35 juta, Bobi menjelaskan kegiatan tersebut adalah pemeliharaan sambungan SR yang telah selesai dilaksanakan.
Selain itu, Bobi juga mengklarifikasi tentang pengadaan laptop dan tiga unit ponsel android dengan total nilai Rp14 juta.
“Barang-barang tersebut ada dan telah digunakan untuk keperluan administrasi desa,” ujarnya.
Bobi memaparkan kegiatan ketahanan pangan Desa Binuni, yang berlokasi di Desa Binuanga dengan anggaran sebesar Rp55 juta, telah dilaksanakan meskipun sempat terkendala musim kemarau.
“Kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan dan hasilnya berhasil menambah pendapatan asli desa sebesar Rp20 juta,” ungkap Bobi.
Bobi menjelaskan program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas utama pemerintahannya. Program ini difokuskan pada sektor pertanian, khususnya tanaman jagung, yang merupakan salah satu komoditas andalan di daerah tersebut. “Kami memilih jagung karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan cocok dengan kondisi tanah serta iklim desa,” jelasnya.
Program ini melibatkan seluruh masyarakat desa, dari petani hingga pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melalui program ini, pemerintah desa menyediakan bibit unggul, pupuk, dan pelatihan teknis kepada para petani.
“Kami juga akan bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk dinas pertanian, untuk memastikan program ini berjalan dengan baik,” tambah Bobi.
Selain itu, hasil panen dari program ketahanan pangan ini tidak hanya dijual untuk menambah pendapatan desa. Bobi juga berencana mendorong BUMDes untuk bekerja sama dengan pihak swasta dalam memperluas pemasaran jagung. “Kami melihat potensi besar dalam menjalin kemitraan dengan sektor swasta untuk memperluas jangkauan pasar jagung kami, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menambah pendapatan desa secara signifikan,” ujarnya.
Bobi menegaskan program ketahanan pangan selanjutnya akan terus ditingkatkan dan diawasi dengan ketat untuk memastikan keberhasilannya. “Kami berkomitmen untuk melaksanakan program ini secara transparan dan akuntabel, serta melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya,” tegas Bobi.
Dengan klarifikasi ini, Bobi berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tetap mendukung upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan terus bekerja keras untuk membangun Desa Binuni yang lebih baik, dan kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mendukung program-program yang telah direncanakan,” tutupnya.
Penulis: Ramdan Buhang

Meniti karier sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar