Penulis: Ramdan Buhang
Bayang-bayang kejahatan terorganisir kembali menggeliat di Sulawesi Utara. Jaringan narkoba yang selama ini bersembunyi di balik tirai keheningan mulai merasakan ancaman nyata. Sosok di balik operasi besar yang mengguncang dunia hitam peredaran narkoba itu adalah seorang perwira muda dengan rekam jejak cemerlang. Dialah Iptu Trivo Datukramat, putra asli Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), yang kini menjadi momok bagi sindikat narkotika di Sulut.
Belum genap sebulan menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Bitung, pria kelahiran Nunuka, 9 Oktober 1986 ini langsung membuat gebrakan besar. Tiga kasus sindikat sabu berhasil ia bongkar, empat tersangka diamankan, dan jaringan peredaran narkoba di Kota Bitung mulai terkuak satu per satu. Keberhasilannya ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai.
“Sejak awal saya sudah curiga pasti ada peredaran di Bitung. Berhubung Pak Kasat ini piawai membongkar kasus narkoba, saya meminta langsung beliau untuk menindaklanjuti,” ungkap Kapolres saat konferensi pers, Senin (17/03/2025).
Namun bagi Trivo, ini bukan sekadar keberhasilan, melainkan misi yang harus terus ia jalankan. Ia mengaku sudah memetakan jaringan pemasok narkoba di Bitung.
“Rata-rata pemasoknya berasal dari luar. Keempat tersangka ini adalah pintu masuk kami untuk menelusuri lebih jauh. Kami juga akan mengidentifikasi siapa saja konsumen mereka di sini,” tegasnya.
Dari Bolmut ke Garis Depan Perang Melawan Narkoba
Perjalanan panjang Trivo menuju posisinya saat ini tidaklah mudah. Ia tumbuh di lingkungan yang mengajarkan disiplin dan kerja keras. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Nunuka, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bolangitang dan SMA Negeri 1 Bintauna, ia selalu menunjukkan kecerdasan serta kegigihan.
Menyadari pentingnya hukum dalam menegakkan keadilan, Trivo memilih melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) hingga meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 2015. Ambisinya untuk terus berkembang membawanya menempuh pendidikan Magister Hukum di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Namun, panggilan untuk mengabdi kepada negara lebih kuat dari sekadar gelar akademik. Pada tahun 2006, ia memulai perjalanan di Kepolisian Republik Indonesia sebagai Bintara Polri gelombang II.
Tugas pertamanya di Polsek Lirung, Kepulauan Talaud, pada tahun 2007 menjadi titik awal kariernya di dunia penegakan hukum. Dua tahun kemudian, ia dipercaya untuk bergabung dengan Satreskrim Polres Talaud, menangani berbagai kasus kriminal hingga tahun 2010.
Di sinilah naluri investigasinya terasah. Tak butuh waktu lama sebelum ia direkrut ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut pada tahun 2010.
Tugasnya semakin berat saat ia ditunjuk sebagai bagian dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut pada tahun 2012. Berada di garis depan perang melawan narkotika, ia menangani kasus-kasus besar, berhadapan langsung dengan sindikat narkoba yang semakin licin dan terorganisir.
Setelah tujuh tahun bertugas di BNNP, ia kembali ke Ditresnarkoba Polda Sulut pada tahun 2019. Kemampuannya dalam menangani kasus narkotika menjadikannya aset berharga bagi kepolisian, hingga akhirnya dipercaya menjadi Kapolsek Bunaken pada tahun 2022.
Namun, darah penyelidik sejati tidak bisa jauh dari dunia investigasi narkoba. Tahun 2025, ia kembali ke ranah pertempuran sesungguhnya: Kasat Reserse Narkoba Polres Bitung.
Teknik Interogasi, Keahlian yang Menjadi Senjata
Keberhasilan Trivo dalam membongkar jaringan narkoba tidak lepas dari berbagai pelatihan yang telah ia jalani. Pelatihan Teknik dan Taktik Interogasi, Pelatihan Tindak Pidana Pemilu, Pelatihan Dasar Reskrim, hingga Pendidikan Kejuruan Tindak Pidana Narkoba telah membentuknya menjadi penyidik ulung.
Dengan teknik investigasi yang tajam, ia mampu membaca pola pergerakan sindikat, menggali informasi dari tersangka, hingga menyusun strategi yang efektif untuk membongkar jaringan besar.
Baginya, perang melawan narkoba bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa.
“Setiap tugas adalah panggilan yang begitu mulia, dan saya telah mendedikasikan hidup untuk melayani masyarakat lewat institusi Polri,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Teror bagi Jaringan Narkoba Sulut
Saat ini, operasi yang dipimpin Trivo masih terus berlanjut. Jaringan pemasok dari luar daerah menjadi target berikutnya.
Sebagai seorang perwira yang telah mengabdikan diri selama lebih dari satu dekade di bidang pemberantasan narkoba, Trivo memahami betul bahwa ini adalah pertempuran panjang. Sindikat narkoba selalu menemukan cara baru untuk beroperasi, tetapi selama ada sosok seperti Iptu Trivo Datukramat, mereka tidak akan pernah bisa merasa aman.
Iptu Trivo Datukramat adalah bukti nyata bahwa seorang aparat yang berdedikasi mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, Polres Bitung kini menjadi benteng pertahanan yang semakin kokoh dalam memerangi narkotika.
Jaringan narkoba boleh saja bersembunyi di kegelapan, tetapi Trivo Datukramat ada di sana, mengintai, siap menerjang, dan memastikan mereka tidak lagi memiliki ruang untuk beroperasi.
Sulawesi Utara kini memiliki satu lagi sosok pejuang yang siap menjaga masa depan generasi muda. Sang Pemburu Kartel telah tiba!(*)

Meniti karier sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar