BINADOW.COM, BOROKO – Malam di Pasar Senggol Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tak ubahnya seperti lautan manusia yang berdesakan mencari kebutuhan jelang hari raya idul fitri, pada sabtu malam (29/3/2025). Hiruk pikuk suara pedagang yang bersahut-sahutan menawarkan dagangan berpadu dengan deru kendaraan yang keluar-masuk area parkiran. Aroma sate yang terbakar di atas bara api bercampur dengan wangi rempah kuah bakso yang mengepul dari gerobak-gerobak penjaja makanan. Di sela-sela itu, para pembeli menawar harga pakaian yang tergantung rapi di lapak-lapak, sementara di sisi lain anak-anak berlarian menikmati suasana malam.
Di tengah keramaian itu, Nasrudin Patadjenu, pengelola parkiran zona Boroko, tampak sibuk mengatur kendaraan yang terus berdatangan. Ia mengatakan bahwa semalam dirinya memperoleh pendapatan antara Rp500 hingga Rp600 ribu, sementara di zona Boroko Timur dan Bigo Kuala, jumlahnya lebih besar. Jika ditotal, pemasukan dari parkiran bisa mencapai Rp2 juta per malam, angka yang menunjukkan besarnya animo masyarakat mengunjungi pasar ini.

Senada dengan itu, Fitra Ahmadi yang mengelola parkiran di zona Boroko Timur juga merasakan lonjakan kendaraan yang datang setiap malam. Ia mengungkapkan bahwa area parkir yang dikelolanya selalu penuh sejak sore hingga larut malam. “Setiap malam kendaraan terus berdatangan, baik motor maupun mobil. Bahkan, terkadang kami kewalahan mencari tempat tambahan agar semua pengunjung bisa parkir dengan nyaman,” ujarnya.
Fitra ditemani Rahmat Papeo, yang memegang dus kosong bekas air mineral gelas sebagai tempat menyimpan uang parkir. Setiap lembaran uang yang diterima langsung dimasukkan ke dalam dus, yang semakin malam semakin berat oleh tumpukan uang pecahan dari para pengunjung. “Kalau sudah penuh, kami pindahkan ke tempat yang lebih aman,” ujar Rahmat sambil tetap sibuk menerima pembayaran dari pengendara yang datang dan pergi. Ia mengatakan bahwa pendapatan dari parkiran memang cukup besar, apalagi dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah seiring malam yang semakin larut.

Di sudut lain, Mas Agung terlihat sibuk melayani antrean pembeli di lapak baksonya. “Alhamdulillah, semalam saya dapat Rp1 juta,” ujarnya sambil menyendok kuah panas ke dalam mangkuk. Tak jauh dari tempatnya, Mama Akbar membolak-balik tusukan sate di atas bara api, asapnya mengepul membawa aroma yang menggoda. “Lumayan, satu malam bisa dapat Rp700 ribu,” katanya sambil tersenyum.
Suasana Pasar Senggol semakin meriah seiring malam yang kian larut. Terang lampu-lampu tenda menyinari jajaran kios yang menjajakan aneka barang, dari pakaian, sepatu, mainan anak, hingga aksesori wanita. Para pembeli hilir-mudik, sebagian menenteng plastik belanjaan, sementara yang lain sibuk memilih-milih barang yang diinginkan. Suara musik dari pengeras suara salah satu lapak elektronik menambah semarak suasana.
Di antara riuh rendah suara pedagang yang menawarkan dagangan dan pembeli yang sibuk memilih barang, tampak Bupati Bolaang Mongondow Utara Dr. Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Aditya Pontoh berada di tengah desakan pengunjung. Keduanya menyusuri lorong-lorong pasar, sesekali berhenti untuk berbincang dengan pedagang dan pembeli. Tanpa pengawalan ketat, mereka tampak menikmati suasana pasar yang ramai, menyapa warga, dan mendengar langsung cerita para pedagang tentang omzet mereka yang meningkat drastis selama Pasar Senggol berlangsung. Kehadiran keduanya menambah semarak suasana, sekaligus menunjukkan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap geliat ekonomi masyarakat selama Ramadan.
Penulis: Ramdan Buhang

Meniti karier sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar