Denpom AL Banjarmasin Diminta Periksa CCTV dan Lakukan Tes DNA dalam Kasus Pembunuhan Jurnalis Juwita

BANJARMASIN, BINADOW.COM – Kasus pembunuhan jurnalis Newsway.co.id, Juwita, semakin menemukan titik terang. Tim Advokasi untuk Keadilan (AUK) Juwita yang dipimpin oleh Muhamad Pazri SH MH bersama sejumlah advokat lainnya terus mengawal jalannya penyidikan untuk memastikan transparansi dalam penanganan kasus ini.

Pada Selasa (2/4/2025), pihak keluarga kembali menjalani pemeriksaan guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kuasa hukum mengajukan sejumlah permintaan kepada penyidik agar penyelidikan berjalan lebih komprehensif dan mengungkap lebih banyak fakta.

banner 851x315

“Salah satu dorongan kami adalah agar penyidik kembali memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, termasuk rute perjalanan korban, tempat penitipan motor, dan kondisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal ini penting untuk memperjelas kronologi kasus,” ujar Pazri didampingi keluarga korban dan tim advokasi, dilansir dari laman Newsway.co.id, (3/4/2025).

Selain itu, pihak keluarga meminta dilakukan tes DNA terhadap sperma yang ditemukan di rahim korban.

“Dokter forensik mengungkapkan bahwa volume sperma yang ditemukan cukup besar. Ini menimbulkan pertanyaan tentang siapa pemiliknya. Oleh karena itu, keluarga meminta tes DNA untuk memastikan identitasnya,” lanjutnya.

Namun, Kalimantan Selatan belum memiliki fasilitas forensik yang memadai untuk melakukan tes DNA tersebut. Kuasa hukum mengusulkan agar pemeriksaan dilakukan di Surabaya atau Jakarta agar hasilnya lebih akurat.

“Kami berharap langkah ini dapat mempercepat proses penyelidikan dan mengungkap fakta lebih lanjut dalam kasus ini,” tambah Pazri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil otopsi korban mengarah pada kesimpulan bahwa Juwita dibunuh.

“Ketika keluarga korban bertemu dengan dokter forensik, kakak ipar korban sempat merekam percakapan yang menyatakan bahwa kesimpulan otopsi menunjukkan ini adalah kasus pembunuhan. Selain itu, ditemukan memar dan lebam di area kemaluan korban, yang mengindikasikan adanya dugaan kekerasan sebelum korban dibunuh,” tandasnya.

Baca Juga  Polisi Sikat Judi Sabung Ayam di Boltim, Barang Bukti Diamankan

Penyidikan kasus ini masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan tragis ini.

Editor: Ramdan Buhang

Komentar