BOROKO, BINADOW.COM – Anggota Komisi I DPRD Bolaang Mongondow Utara, Joni Patiro, meminta Pemerintah Kabupaten Bolmut untuk segera memaksimalkan pemanfaatan air permukaan dan air tanah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, potensi ini belum dikelola secara optimal, padahal memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Sudah saatnya pemerintah daerah membuat regulasi teknis yang jelas dan menarik investor maupun pelaku usaha lokal untuk berkontribusi melalui retribusi penggunaan air permukaan dan air tanah,” kata Joni kepada media ini, Rabu, (14/5/2025).
Ia mencontohkan banyaknya penggunaan air tanah oleh sektor komersial seperti hotel, tempat usaha, maupun industri rumah tangga yang belum tersentuh oleh mekanisme pungutan resmi. Padahal, berdasarkan aturan perundang-undangan, pemanfaatan sumber daya air bisa dikenakan retribusi yang sah sebagai bagian dari PAD.
“Banyak pelaku usaha yang mengambil air tanah atau memanfaatkan air sungai tanpa kontribusi yang sebanding terhadap daerah. Ini bisa ditertibkan dan ditata ulang,” ujar legislator dari Partai Golkar ini.
Joni menambahkan, selain berkontribusi pada kas daerah, kebijakan ini juga dapat menjadi instrumen pengawasan dan pengendalian lingkungan, agar pemanfaatan air tidak berdampak buruk terhadap kelestarian sumber daya alam.
Dia mendorong agar Pemda melalui OPD teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Keuangan Daerah segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) atau minimal Peraturan Bupati yang menjadi dasar penarikan retribusi dari sektor ini.
“Kalau kita serius mengelola ini, bukan tidak mungkin PAD Bolmut bisa meningkat signifikan tanpa harus selalu berharap dari dana transfer pusat,” tegasnya.
Sejauh ini, Pemkab Bolmut memang belum memiliki skema pungutan resmi terhadap pemanfaatan air permukaan maupun air tanah. Potensi tersebut masih bersifat terbuka dan belum digarap secara strategis.
Penulis: Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar