BOROKO, BINADOW.COM – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Drs. Hi. Amin Lasena, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi layanan kesehatan di Indonesia. Ia menyoroti fenomena banyaknya warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, khususnya ke Penang, Malaysia, dibandingkan rumah sakit di dalam negeri.
Amin menyampaikan hal ini saat mendampingi istrinya menjalani perawatan di Island Hospital, Penang, beberapa waktu lalu. “Pertama kali saya datang, saya menyaksikan sendiri 60–70 persen pasien di rumah sakit itu adalah orang Indonesia,” ujar Amin kepada media ini, Selasa (19/8/2025), di Malaysia.
Ia menuturkan, selama empat bulan terakhir, istrinya sudah delapan kali menjalani pengobatan di Penang–Jakarta. Dua kali ia sempat mendampingi, selebihnya ditemani anak sulung mereka.
Di sela antrean pemeriksaan imigrasi Bandara Penang, Amin juga sempat berbincang dengan seorang ibu asal Surabaya yang berobat di rumah sakit yang sama. “Beliau mengatakan, bisa triliunan rupiah uang Indonesia setiap tahun dibawa ke Penang, belum lagi yang ke Singapura,” ucapnya.
Menurut mantan Wakil Bupati Boltara ini, alasan utama warga Indonesia memilih rumah sakit luar negeri adalah karena pelayanan kesehatan di sana lebih profesional dan disiplin. “Kesehatan itu mahal. Siapa pun yang sakit pasti berusaha sembuh. Pertanyaannya, kenapa harus ke Penang? Karena pelayanan di sana profesional dan disiplin, bertaraf internasional,” tegasnya.
Momen kunjungan ke Penang itu bertepatan dengan menjelang HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 14 Agustus 2025. Dari pengalaman tersebut, Amin menekankan perlunya perbaikan serius pada sistem layanan kesehatan nasional.
“Kita sudah 80 tahun merdeka. Kerja-kerja kita ke depan harus lebih profesional dan disiplin. Merdeka boleh kita rayakan dengan riang gembira, tapi jangan lupa tujuan kemerdekaan adalah melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” pungkas Amin.
Penulis: Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar