Dari Boltara ke Panggung ASEAN, Dua Guru Raih Penghargaan MURI

Kab. Bolmut, Sulut6041 Dilihat

BOROKO, BINADOW.COM — Dua guru asal Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara, menorehkan prestasi nasional di ajang Puisi Etnik Nusantara ASEAN yang digelar di Provinsi Jambi, Sabtu–Minggu, (20–21/12/2025). Kegiatan sastra lintas daerah dan negara itu mencatatkan rekor dan diganjar penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kedua guru tersebut adalah Asdar, S.Pd, pengajar di SMP Negeri Satap 15 Bolaang Mongondow Utara, dan Since Ibrahim, S.Pd, guru SD Negeri 3 Pinogaluman. Keduanya tampil sebagai penulis puisi etnik yang mengangkat nilai adat dan kearifan lokal daerah.

Asdar membawakan puisi berjudul “Bolaang Mongondow Utara”. Karyanya menautkan nilai Mopopiana (saling berbuat baik), Mototabiana (saling menyayangi), serta Agu Mononantobana (saling mengingatkan) sebagai fondasi hidup bermasyarakat di Boltara.

“Di tanah Bolaang Mongondow Utara
Ikrar mopopiana pada cinta yang bermuara
Hidup adat yang tak tergoyahkan,
Tertulis dalam hati terpatri dalam jiwa,”

demikian petikan puisi yang dibacakan Asdar di panggung utama.

Puisi tersebut menegaskan identitas budaya Boltara yang diwariskan lintas generasi, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga adat, menghormati leluhur, dan merawat jati diri daerah di tengah arus modernisasi.

Selain tampil sebagai peserta, Asdar dan Since Ibrahim juga tergabung dalam komunitas PERRUAS (Perkumpulan Rumah Seni Asnur). Komunitas ini menjadi penggagas penulisan Puisi Etnik Nusantara ASEAN yang melibatkan sekitar 1.200 penulis dari berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara ASEAN.

Keterlibatan ratusan penulis tersebut dihimpun dalam sebuah buku antologi puisi etnik, yang kemudian mengantarkan ajang ini meraih penghargaan MURI. Keikutsertaan dua guru dari Boltara menegaskan peran dunia pendidikan dalam pelestarian budaya melalui sastra, sekaligus menunjukkan bahwa ruang kelas dan panggung seni dapat saling menguatkan.

Penulis : Dar
Editor : Ramdan Buhang

Komentar