Nyawa Melayang, Pelaku Hilang, Orang Tua Korban Sorot Kinerja Polres Bolmut

Hukum & Kriminal266 Dilihat

BOROKO, BINADOW.COM — Palamolo Wartabone dan istrinya datang membawa duka yang belum menemukan ujung. Lebih dari dua bulan berlalu, kematian putra mereka, Candri Wartabone (21), masih tanpa kepastian pelaku.

Keduanya mendatangi kantor redaksi BINADOW.COM di Jalan WR. Supratman, Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang, Rabu (1/4/2026). Mereka mempertanyakan penanganan kasus pembunuhan di area tambang emas tanpa izin (PETI) Desa Paku Selatan, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Candri ditemukan meninggal di lokasi Tambang Toheahu pada Rabu (4/2/2026), dengan luka akibat benda tajam. Dugaan kekerasan menguat, namun proses pengungkapan belum menunjukkan titik terang.

Palamolo Wartabone dan istrinya mengaku sudah berulang kali mendatangi Polres Bolaang Mongondow Utara. Jawaban yang mereka terima tak berubah: diminta bersabar, sementara polisi disebut masih menelusuri kasus tersebut.

Kekecewaan tak lagi disembunyikan.
“Sudah lebih dari dua bulan, tapi kami belum juga tahu siapa yang bertanggung jawab atas kematian anak kami. Ini bukan kasus biasa, ini nyawa manusia,” ujar Palamolo kepada media ini.

Ia menilai, aparat seharusnya mampu menelusuri pelaku, mengingat lokasi kejadian bukan area sepi dan aktivitas tambang berlangsung setiap hari.

“Di situ banyak orang. Kalau serius, pasti ada jejak. Jangan sampai kasus ini dibiarkan seolah tidak penting,” katanya.

Palamolo juga meminta aparat kepolisian bersikap terbuka kepada keluarga terkait perkembangan penyelidikan.

“Kami hanya ingin keadilan. Jangan biarkan pelaku bebas, sementara kami terus menunggu tanpa kepastian,” ucapnya.

Kepala Seksi Humas Polres Bolaang Mongondow Utara yang dihubungi media ini menyatakan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara tersebut. Ia menyebut, pihaknya akan menyampaikan perkembangan setelah memperoleh informasi dari tim penyidik.

Penulis: Ramdan Buhang

Komentar