J&T Respons Keluhan Pelanggan Bolmut, PIC Boroko Sampaikan Permintaan Maaf

Ekonomi & Bisnis654 Dilihat

BOROKO, BINADOW.COM – Insiden pengembalian paket COD tanpa pengantaran di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) akhirnya direspons manajemen J&T Express. Pihak perusahaan mengakui adanya kelalaian dan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.

PIC J&T Boroko, Rifaldi Paputungan, mengatakan kasus ini menjadi bahan koreksi serius bagi pihaknya. Menurut dia, kesalahan bukan hanya pada kurir baru yang menangani paket, tetapi juga menyangkut sistem kerja internal.

“Kami meminta maaf atas kelalaian ini. Ini koreksi bagi saya pribadi, bagi seluruh karyawan J&T di Boroko, termasuk para kurir. Kami pastikan kesalahan seperti ini tidak akan terulang lagi,” ujar Rifaldi Paputungan kepada media ini, Sabtu, (16/8/2025).

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap prosedur pengantaran, terutama pada kurir baru. “Ke depan, setiap kurir wajib memastikan komunikasi dengan penerima berjalan lancar. Kalau ada kesulitan menemukan alamat, harus segera menghubungi pelanggan, bukan mengambil keputusan sepihak,” katanya.

Baca : J&T Bolmut Abaikan Pengantaran, Paket COD Dikembalikan Sepihak

Kejadian bermula ketika seorang pelanggan memesan barang melalui salah satu toko daring. Paket dengan sistem COD itu dikirim menggunakan jasa J&T Express dan tercatat tiba di Bolmut pada Kamis, (14/8/2025). Pihak J&T sempat mengirim pesan bahwa barang sudah tiba di gudang.

“Saya telepon mereka, katanya barang masih sortir dan akan diantar setelah selesai sortir,” kata pelanggan tersebut kepada media ini, Jumat, (15/8/2025).

Namun janji itu tidak ditepati. Paket tak kunjung datang hingga malam, bahkan esoknya status pengiriman berubah menjadi return to sender atau dikembalikan ke penjual. Alasannya, paket tidak dijemput penerima.

Pelanggan menilai alasan itu tidak masuk akal. “Saya tidak pernah diminta menjemput paket. Dari awal saya memilih layanan antar ke alamat. Ini jelas merusak kepercayaan,” tegasnya.

Belakangan pihak J&T Boroko memberikan penjelasan. Mereka menyebut kesalahan dipicu kurir baru yang tidak mengetahui alamat penerima.

Penulis: Ramdan Buhang

Komentar