BOROKO, BINADOW.COM — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Abdul Jalil Pandialang, merespons surat terbuka warga terkait kerusakan jalan menuju Desa Persiapan Goyo yang belakangan menuai sorotan.
Abdul Jalil menyatakan, pihaknya telah melakukan survei langsung di sejumlah titik longsor pada ruas jalan tersebut sebagai dasar penanganan di lapangan.
“Kami sudah turun meninjau lokasi. Untuk titik-titik longsor akan segera ditangani dalam waktu dekat agar akses jalan bisa kembali normal dan aman dilalui,” ujar Abdul Jalil kepada media ini.
Ia menjelaskan, langkah penanganan difokuskan lebih dulu pada pembukaan akses yang terdampak longsor, mengingat jalur tersebut merupakan kebutuhan utama masyarakat.
Terkait kerusakan plat duicker, Abdul Jalil mengakui kondisi tersebut telah melalui kajian teknis dan perhitungan. Namun, perbaikan belum dapat direalisasikan pada APBD Tahun Anggaran 2026 karena belum masuk dalam penganggaran.
“Untuk plat duicker, secara teknis sudah kami hitung. Tapi belum teranggarkan di 2026, sehingga direncanakan akan diusulkan pada Tahun Anggaran 2027, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Ketua Wilayah LSM GERAK Indonesia Sulawesi Utara, Sahrul Pahata, menyambut langkah cepat penanganan longsor sebagai respons positif pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi langkah Dinas PUTR yang akan segera menangani titik longsor. Namun, kami juga berharap agar perbaikan plat duicker dapat diupayakan melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran berjalan, mengingat urgensinya di lapangan,” ujar Sahrul kepada media ini.
Ia menilai kerusakan plat duicker yang terputus total masih tergolong baru sehingga perlu segera ditangani agar tidak memperparah kondisi jalan di sekitarnya.
Menurutnya, ruas jalan menuju Desa Persiapan Goyo merupakan jalur vital bagi masyarakat Ollot Bersatu, baik dalam aktivitas harian maupun dalam mendukung pergerakan ekonomi warga.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya akses masyarakat terganggu, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan struktur jalan yang belum lama dikerjakan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan beban anggaran lebih besar di masa mendatang,” katanya.
Sahrul menilai aspirasi warga sebagai bentuk kontrol sosial yang konstruktif sekaligus bagian dari partisipasi publik dalam mengawal pembangunan daerah. (dan)

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.







Komentar