Dari Pinogaluman ke Jepang, Since Ibrahim Bawa Puisi Boltara ke Panggung Internasional

BOROKO, BINADOW.COM — Dari ruang kelas di Pinogaluman, Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Since Ibrahim, S.Pd., membawa langkahnya ke panggung puisi internasional di Jepang. Guru SDN 3 Pinogaluman itu akan mewakili Indonesia dalam rangkaian pentas puisi di Osaka, Kyoto, dan Nara pada 2–8 Oktober 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Since dalam dunia pendidikan, literasi, dan sastra. Sebelumnya, ia aktif mendorong inovasi pembelajaran di sekolah sekaligus mengembangkan kegiatan literasi bersama komunitas guru.
Rekam Jejak dari Pinogaluman
Since dikenal sebagai salah satu guru yang aktif mengembangkan komunitas belajar di Kecamatan Pinogaluman. Pada 2025, ia mendorong pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI) melalui komunitas belajar KKG Gugus 3.
Langkah itu memperlihatkan perhatian Since terhadap perkembangan metode pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Ia mendorong guru tidak berhenti pada pola mengajar di dalam kelas, tetapi terus belajar dan berbagi pengetahuan.
Selain itu, kiprahnya dalam komunitas belajar membawanya mewakili Boltara dalam Lomba Apresiasi GTK Pelopor Komunitas Belajar tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada 2025.
Bagi Since, inovasi pendidikan tidak selalu bergantung pada kelengkapan fasilitas. Justru, keterbatasan di daerah mendorong guru mencari cara baru agar proses belajar tetap berkembang.
“Saya ingin guru di daerah tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga pembelajar yang terus bergerak, berbagi, dan berkolaborasi,” kata Since dalam pemberitaan media ini pada 2025.
Dari Pendidikan ke Dunia Sastra
Perjalanan Since kemudian berkembang ke dunia sastra. Ia tidak hanya menggunakan literasi sebagai bagian dari aktivitas pendidikan, tetapi juga mengekspresikannya melalui puisi.
Bersama Asdar Sandawan, S.Pd., Since mengikuti Festival Puisi Etnik Nusantara ASEAN di Jambi pada 2025. Keduanya membawa karya yang mengangkat nilai-nilai budaya Boltara, termasuk mopopiana, mototabiana, dan agu mononantobana.
Penampilan tersebut kemudian menjadi bagian dari kegiatan yang meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Capaian itu turut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Boltara sebagai prestasi guru sekaligus pegiat sastra dari daerah.
Setelah meraih pengalaman di panggung sastra nasional, Since kini mendapat kesempatan lebih besar. Ia akan tampil bersama penyair, guru, dosen, dan pegiat literasi Indonesia dalam kegiatan puisi internasional di Jepang.
Membawa Puisi Boltara ke Jepang
Pentas di Jepang menjadi kesempatan Since memperkenalkan karya sastra Indonesia sekaligus membawa identitas budaya Boltara ke ruang internasional.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung di Osaka, Kyoto, dan Nara pada 2–8 Oktober 2026. Karena itu, keikutsertaan Since tidak hanya berkaitan dengan profesinya sebagai guru, tetapi juga perjalanan panjangnya dalam pendidikan dan literasi.
Pengurus Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) sebelumnya menemui Plt Bupati Boltara Moh. Aditya Pontoh pada Kamis (01/10/2026). Dalam audiensi tersebut, PERRUAS menyampaikan agenda keberangkatan Since sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah.
Aditya menyambut baik keikutsertaan guru SDN 3 Pinogaluman itu. Ia menyatakan pemerintah daerah bangga atas kesempatan Since tampil di forum internasional.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami sangat bangga dan memberikan dukungan penuh,” ujar Aditya kepada media ini.
Menurut Aditya, kiprah Since dapat menjadi inspirasi bagi guru dan generasi muda Boltara. Selain itu, ia berharap para pegiat seni, sastra, dan literasi terus mendapat ruang untuk mengembangkan karya.
“Semoga bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama daerah dan bangsa. Pemerintah daerah akan terus mendukung pegiat seni, sastra dan literasi di Bolaang Mongondow Utara,” katanya.
Perjalanan itu kini membawanya jauh dari ruang kelas di Pinogaluman. Osaka, Kyoto, dan Nara menjadi persinggahan berikutnya. Di sana, Since hadir sebagai guru sekaligus penyair, membawa puisi dan cerita tentang Boltara ke hadapan publik internasional.
Penulis: Ramdan Buhang






