BINADOW.ID, BOROKO – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan pendahuluan terkait insiden pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur selama 28 menit. Insiden ini menyebabkan pesawat Airbus A320 rute Kendari-Jakarta nyasar hingga langit Cianjur.
Dilansir dari laman www.tknkt.go.id Senin, (11/03/2024) Laporan KNKT menunjukkan bahwa teknologi flight-by-wire (FBW) berperan dalam insiden ini. FBW adalah sistem kendali pesawat modern yang menggunakan komputer untuk menerjemahkan input pilot menjadi gerakan pesawat.
Mekanisme FBW dan Dampaknya
Sistem FBW bekerja dengan sensor yang mendeteksi gerakan pilot pada joystick dan rudder pedal. Data ini kemudian diproses oleh komputer dan diterjemahkan menjadi sinyal elektronik yang menggerakkan permukaan kontrol pesawat, seperti aileron, elevator, dan rudder.
Sistem FBW memiliki beberapa keuntungan, seperti:
- Meningkatkan presisi dan stabilitas penerbangan
- Mempermudah manuver pesawat
- Mengurangi beban kerja pilot
Namun, FBW juga memiliki beberapa kelemahan, seperti:
- Kompleksitas sistem yang tinggi
- Potensi kerentanan terhadap gangguan elektronik
- Kesulitan pilot dalam mengendalikan pesawat secara manual jika terjadi kegagalan sistem
Kasus Batik Air dan Rekomendasi KNKT
Dalam kasus Batik Air, KNKT menduga bahwa sistem FBW kemungkinan besar berperan dalam menjaga stabilitas pesawat saat pilot dan kopilot tertidur. Sistem FBW secara otomatis mengendalikan pesawat berdasarkan data yang tersedia, sehingga pesawat tidak jatuh.
Namun, KNKT juga menekankan bahwa sistem FBW tidak dapat menggantikan peran pilot sepenuhnya. Pilot tetap harus selalu waspada dan siap untuk mengambil alih kendali pesawat jika terjadi situasi darurat.
KNKT merekomendasikan agar maskapai penerbangan dan pilot meningkatkan pelatihan dan pemahaman tentang sistem FBW. Selain itu, KNKT juga merekomendasikan agar regulator penerbangan memperkuat aturan terkait penggunaan sistem FBW.
Kesimpulan
Teknologi FBW merupakan teknologi modern yang bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan yang perlu diwaspadai. Pilot dan maskapai penerbangan perlu meningkatkan pelatihan dan pemahaman tentang sistem FBW untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Sumber : KNKT
Editor : Ramdan Buhang

Meniti karier sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar