BINADOW.ID, BOROKO – Pemecatan terhadap sebelas Petugas Kebersihan di Kabupaten Bolmut berbuntut panjang. Keputusan tersebut tidak hanya menuai perdebatan, tetapi juga memunculkan reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Kabupaten setempat.
Husen Yahya Suit Pontoh, seorang legislator Bolmut dari Partai Persatuan Pembangunan, mengecam keras langkah DLHK tersebut. Menurutnya, kebijakan pemecatan ini tidak manusiawi mengingat kondisi sosial dan ekonomi para petugas kebersihan yang rentan.
“Dalam kondisi di mana gaji petugas kebersihan tidak mencukupi, meminta mereka untuk membeli telepon pintar Android adalah tindakan yang terlalu jauh. Ini adalah perlakuan yang tidak manusiawi terhadap warga kita yang bekerja keras,” tegas Husen.
Baginya, tindakan tegas memang boleh-boleh saja, tetapi tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar rakyat kecil.
“Saya mendukung sikap tegas, tetapi jangan sampai tindakan ini memadamkan tungku masak bagi rakyat kecil. Pekerjaan ini sangat dibutuhkan oleh mereka,” ungkap Husen dengan lantang.
Menurut Husen, kepala Dinas perlu menggunakan hati nurani dan melihat situasi secara lebih manusiawi. Pemecatan satu petugas kebersihan saja bisa berdampak pada banyak keluarga yang bergantung pada penghasilan mereka.
“Harus dipahami bahwa mereka adalah bagian dari rakyat yang membutuhkan bantuan, bukan sebagai beban yang harus dihilangkan. Mereka lebih memilih untuk tetap bekerja daripada mengandalkan bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan sejenisnya,” jelasnya.
Sikap tajam Husen tidaklah sendiri. Sebagian besar masyarakat juga merasa prihatin dengan nasib para petugas kebersihan yang menjadi korban kebijakan ini. Mereka mendesak agar DLHK mempertimbangkan kembali keputusannya dengan memperhatikan situasi yang sebenarnya di lapangan.
Keputusan DLHK ini telah memicu perdebatan yang hangat di kalangan masyarakat. Berbagai pendapat bermunculan, dengan sebagian mengkritik langkah keras DLHK dan yang lain menyoroti perlunya perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan para petugas kebersihan.
Penulis: Ramdan Buhang

Meniti karier sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar