BOROKO, BINADOW.COM — Keluhan siswa yang kerap merasa pusing saat belajar matematika mulai direspons Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Melalui penerapan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), Dikbud Boltara berupaya mengubah cara belajar matematika agar lebih mudah dipahami dan tidak lagi menimbulkan tekanan bagi peserta didik.
Langkah awal penerapan metode ini ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Pembelajaran Matematika bagi guru Sekolah Menengah Pertama se-Boltara. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari, Selasa–Kamis, (10–12/12/2025), bertempat di Coconut Cafe & Resto, Boroko Timur.
Metode GASING ini diperkenalkan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dasar secara bertahap dan logis. Siswa tidak langsung dibebani rumus, melainkan diajak memahami proses hitung melalui pola sederhana yang dekat dengan keseharian.
Kepala Dinas Pendidikan Boltara, Fadli Tajudin Usup, menjelaskan penerapan Metode GASING mulai disosialisasikan meski di tengah keterbatasan anggaran. Untuk tahap awal, program difokuskan pada jenjang SMP dan belum menjangkau seluruh sekolah di wilayah Boltara.
“Kami mulai mensosialisasikan metode ini walaupun dengan keterbatasan anggaran. Untuk saat ini dimulai di tingkat SMP, meski belum seluruh sekolah. Kita sudah mulai,” ujar Fadli kepada media ini.
Ia menambahkan, guru-guru yang telah mengikuti sosialisasi dan bimtek diharapkan dapat menularkan metode tersebut kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing. Dengan cara itu, penerapan Metode GASING dapat berkembang tanpa harus menunggu program lanjutan berskala besar.
“Kami berharap guru yang sudah mengikuti sosialisasi bisa menularkan metode ini ke guru-guru lainnya, sehingga dapat diterapkan langsung kepada siswa,” kata dia.
Menurut Fadli, Metode GASING dirancang membantu siswa memahami konsep matematika secara cepat dan bertahap melalui langkah sederhana. Pendekatan ini menekankan penguatan kemampuan berhitung dasar—penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian—tanpa rasa takut atau tekanan.
Metode tersebut juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam belajar matematika. Dengan pola latihan yang sistematis dan berulang, siswa dilatih lebih teliti dan cepat berhitung, sekaligus membangun dasar berpikir logis dan terstruktur.
“Matematika dibuat lebih konkret, tidak langsung abstrak. Anak-anak belajar aktif lewat latihan dan permainan angka sederhana, sehingga daya ingat dan konsentrasi mereka ikut terasah,” ujar Fadli.
Penulis : Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.

![amin-lasena-pdip-boltara-banteng-sejati.webp Ketua DPC PDI Perjuangan Boltara Drs. Hi. Amin Lasena, MAP [Foto Dokumen binadow.com]](https://binadow.com/wp-content/uploads/2025/12/amin-lasena-pdip-boltara-banteng-sejati.webp-300x178.webp)




Komentar