Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa Miliano Jonathans akan dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini belum ada indikasi proses tersebut berjalan.
Miliano Jonathans adalah pemain keturunan Indonesia yang saat ini bermain untuk FC Utrecht di Eredivisie Belanda. Ia disebut memiliki garis keturunan dari Depok, Indonesia, dan kabar mengenai naturalisasinya mencuat sejak tahun lalu. Isu ini semakin santer setelah ayahnya diketahui tengah berada di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa proses naturalisasi harus dilakukan dengan transparan dan tidak ada unsur pemain titipan dalam pembentukan Timnas Indonesia.
“Saya tidak bisa berkomentar sebelum prosesnya terjadi. Saya juga tidak bisa menentukan mana pemain yang akan dipilih atau tidak karena itu ada prosesnya masing-masing,” ujar Erick Thohir.
“Yang pasti, saya tidak mau ada pemain titipan dalam pembentukan Timnas karena itu bisa merusak strata pembinaan nasional,” tambahnya.
Pernyataan Erick Thohir ini juga diperkuat oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga. Menurutnya, hingga saat ini belum ada dokumen atau proses resmi yang mengarah pada naturalisasi Miliano Jonathans.
“Sampai hari ini kami belum ada, dokumen juga belum,” kata Arya dalam pernyataannya di media sosial.
Ia juga menepis anggapan bahwa kedatangan ayah Miliano ke Indonesia berkaitan dengan proses naturalisasi.
“Soal orang tuanya datang ke Indonesia, itu tidak ada hubungannya dengan naturalisasi. Namanya orang mau berkunjung itu hal yang bebas. Sejauh ini belum ada proses apapun terkait Miliano Jonathans,” pungkas Arya.
Dengan pernyataan ini, PSSI menegaskan bahwa belum ada langkah resmi dalam proses naturalisasi Miliano Jonathans. Keputusan terkait pemain yang akan dinaturalisasi akan tetap mengikuti prosedur dan kebutuhan tim secara objektif.
Penulis: Ramdan Buhang

Meniti karier sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.
Komentar