Awalnya Terbuka, RDP Dugaan Menu MBG Bermasalah di Boltara Digelar Tertutup
BOROKO, BINADOW.COM – Komisi I DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan reaksi gatal pada sejumlah penerima manfaat di Kecamatan Kaidipang, Senin, (22/6/2026).
Rapat yang berlangsung di kantor DPRD Boltara itu menghadirkan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko, Kepala Dinas Kesehatan Boltara, Kepala Dinas Pendidikan Boltara, serta pihak SDN 13 Kaidipang yang sebelumnya menyampaikan keluhan terkait menu MBG.
Sebelum rapat dilaksanakan, Ketua Komisi I DPRD Boltara, Salim Bin Abdullah, menghubungi sejumlah media dan menginformasikan agenda RDP tersebut. Dalam komunikasi itu, awak media diminta hadir melakukan peliputan. Bahkan, rapat awalnya diinformasikan dapat diliput secara langsung dan disiarkan live kepada publik sebagai bentuk keterbukaan informasi terkait persoalan MBG yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Namun saat rapat akan dimulai, sejumlah wartawan yang telah berada di lokasi diminta meninggalkan ruangan. Awak media tidak diperkenankan mengikuti jalannya pembahasan maupun melakukan peliputan langsung dari dalam ruang rapat.
Keputusan tersebut sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan wartawan karena berbeda dengan informasi awal yang disampaikan sebelum pelaksanaan RDP.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Boltara, Drs. Hi. Depri Pontoh, menjelaskan rapat sengaja dilaksanakan secara tertutup agar pembahasan dapat berlangsung lebih fokus dan tidak menimbulkan kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat.
Menurut mantan Bupati Boltara ini, berbagai keterangan yang disampaikan dalam forum tersebut perlu dibahas secara utuh terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada publik.
“Setelah rapat selesai, teman-teman media dipersilakan mewawancarai langsung pihak-pihak yang hadir dalam RDP,” ujar Depri kepada sejumlah awak media.
Ia memastikan hasil rapat tetap akan disampaikan kepada media setelah seluruh agenda pembahasan selesai dilaksanakan.
RDP tersebut digelar menyusul polemik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Kaidipang yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik.
Keluhan pertama muncul setelah sejumlah guru mengaku mengalami rasa gatal usai mencicipi menu tahu isi ikan tuna yang akan dibagikan kepada siswa. Pengakuan tersebut terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.
Seorang guru mengaku dirinya bersama beberapa rekan guru mengalami rasa gatal setelah mencicipi menu tersebut. Bahkan, seorang guru lainnya dilaporkan mengalami pembengkakan pada bibir setelah mengonsumsi makanan yang sama.
Selain menu tahu isi ikan tuna, keluhan juga muncul terkait buah pepaya yang dibagikan dalam paket MBG. Sejumlah penerima manfaat menilai kondisi buah tersebut sudah mengalami perubahan dan diduga tidak layak dikonsumsi.
Sebelumnya, pihak SDN 13 Kaidipang juga melaporkan adanya keluhan terhadap menu MBG berupa lauk ayam yang dibagikan pada Senin, (8/6/2026). Sejumlah guru menilai kuah ayam terlihat berbusa dan memiliki rasa asam yang tidak biasa.
Seorang guru yang mengonsumsi makanan tersebut mengaku mengalami diare setelah menyantap menu MBG. Menurut pihak sekolah, beberapa siswa juga mengalami keluhan serupa.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan medis yang menyatakan adanya hubungan langsung antara keluhan yang muncul dengan makanan yang disajikan dalam program MBG.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG Boroko Kaidipang bersama jajaran staf sebelumnya telah mendatangi SDN 13 Kaidipang dan melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dipersoalkan.
Pemeriksaan juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melalui uji organoleptik yang meliputi pengecekan bau, warna, tekstur, dan rasa makanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pihak SPPG dan Dinas Kesehatan menyatakan tidak menemukan indikasi yang menunjukkan makanan tersebut bermasalah maupun dapat menyebabkan reaksi gatal seperti yang dikeluhkan.
Meski demikian, sebagai langkah antisipasi dan bentuk kehati-hatian, seluruh paket MBG yang telah didistribusikan pada hari itu ditarik kembali dari sekolah-sekolah penerima manfaat dan distribusi dihentikan sementara untuk keperluan evaluasi.
Melalui RDP yang digelar Komisi I DPRD Boltara, seluruh pihak terkait diminta memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, serta langkah-langkah perbaikan guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat.
Hingga berita ini diterbitkan, rapat masih berlangsung. Media ini masih menunggu hasil resmi dan rekomendasi yang akan disampaikan DPRD Boltara setelah RDP selesai dilaksanakan. (**/dan)


