Pemenang Tender Sabo Dam Disorot, Muncul Informasi Dugaan Relasi Keluarga

TERNATE, BINADOW.COM — Penetapan pemenang tender proyek Sabo Dam tahun anggaran 2026 di Kastela, Kota Ternate, kembali menuai sorotan. Selain rekam jejak pekerjaan sebelumnya, isu dugaan hubungan keluarga dengan pejabat Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara ikut mencuat.
Data lelang yang dihimpun media ini menunjukkan PT Bukaka Pasir Indah ditetapkan sebagai pemenang dari tujuh peserta dengan nilai penawaran sekitar Rp 19,64 miliar. Nilai itu mendekati pagu proyek sebesar Rp 19,99 miliar, dengan selisih sekitar Rp 300 juta.
Dalam dokumen evaluasi, terdapat peserta lain yang mengajukan penawaran lebih rendah. Namun, peserta tersebut dinyatakan gugur karena alasan administratif terkait persyaratan Sertifikat Badan Usaha (SBU).
Sorotan menguat karena perusahaan yang sama sebelumnya mengerjakan proyek Sabo Dam di Kelurahan Rua. Proyek itu hingga kini belum rampung dan menunjukkan sejumlah persoalan di lapangan.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini perlu dijelaskan secara terbuka, terutama terkait proses evaluasi dan dasar penetapan pemenang tender.
Di sisi lain, beredar informasi mengenai dugaan hubungan keluarga antara pihak perusahaan dengan pejabat di lingkungan Balai. Informasi tersebut masih dalam proses penelusuran oleh media ini.
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, membantah isu tersebut. “Berdasarkan informasi yang kami miliki, tidak terdapat hubungan kekerabatan antara pihak penyedia jasa dengan pejabat di lingkungan BWS Maluku Utara,” ujarnya kepada media ini.
Ia menegaskan seluruh proses pengadaan telah dilakukan sesuai ketentuan. “Seluruh proses pengadaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” katanya.
Sebelumnya, pihak Balai juga menyampaikan proses pengadaan mempertimbangkan aspek administrasi, teknis, harga, serta rekam kinerja penyedia. (**/dan)


