Saatnya Menjemput Masa Depan Pertanian Bolmut

Pertanian sebagai Fondasi Kemajuan

Opini & Analisis427 Dilihat

Dr. Hi. Syarifuddin, S.ST., M.Si
(Kepala Bidang PSP dan Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian. Ketua BPD KKSS Bolaang Mongondow Utara)

Dalam semarak Hari Ulang Tahun Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sektor pertanian patut mendapat sorotan. Ia bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga warisan budaya, pilar ekonomi, dan benteng ketahanan pangan daerah. Di tengah arus perubahan, memperkuat sektor ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Kita layak bersyukur atas tanah yang subur dan semangat gotong royong para petani. Namun, tantangan nyata membentang: perubahan iklim, minimnya regenerasi petani, hingga persaingan pasar yang kian tajam. Kondisi ini menuntut lompatan strategis, bukan langkah biasa-biasa.

Pertama, modernisasi pertanian harus menjadi prioritas. Penggunaan alat mekanis, irigasi efisien, dan teknologi tepat guna bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Drone untuk pemetaan dan pemupukan, sistem berbasis Internet of Things (IoT), hingga pendampingan ahli dalam praktik berbasis iklim harus mulai diterapkan.

Kedua, organisasi petani mesti diperkuat. Koperasi dan kelompok tani yang solid akan memperluas akses pembiayaan, membuka jalur informasi, dan menguatkan solidaritas. Di sinilah pemerintah daerah perlu hadir, bukan sekadar sebagai fasilitator, tapi juga penggerak.

Ketiga, diversifikasi produk dan pengembangan agroindustri harus menjadi arus utama. Tidak cukup bergantung pada komoditas tunggal. Hortikultura, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil tani skala kecil perlu didorong agar menciptakan nilai tambah dan pasar baru.

Keempat, pertanian harus menarik bagi generasi muda. Lewat pendidikan, pelatihan agribisnis, dan akses ke modal serta teknologi, anak muda bisa menjadi lokomotif transformasi pertanian. Kreativitas dan adaptasi merekalah yang akan menghidupkan lahan-lahan yang mulai ditinggalkan.

Kelima, infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, jembatan, dan pasar lelang perlu dibangun dengan serius. Tanpa distribusi yang lancar, harga tetap ditekan tengkulak, dan petani tetap rugi di tanah sendiri.

Baca Juga  Racun dalam Kemasan, Ancaman di Balik Senyum Anak-Anak

Pertanian tak bisa lagi berjalan sendiri. Ia perlu dukungan dari semua pihak: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Jika digarap dengan strategi yang tepat dan semangat kolaboratif, pertanian Bolaang Mongondow Utara bisa menjadi penopang utama menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Dirgahayu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Semoga ulang tahun ini menjadi titik tolak kebangkitan pertanian daerah.

Komentar