Bupati Canangkan Gerakan 15 Menit Membaca, Dorong Peningkatan Literasi Siswa Boltara
BOROKO, BINADOW.COM — Rendahnya capaian literasi peserta didik jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menjawab tantangan tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, mencanangkan Gerakan 15 Menit Membaca sebagai upaya membangun budaya literasi di lingkungan sekolah, Rabu, (22/7/2026).
Gerakan tersebut diluncurkan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus mendorong kebiasaan membaca sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Bupati Sirajudin Lasena mengatakan, kemampuan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembiasaan membaca perlu dilakukan secara konsisten sejak usia sekolah.
“Kita tidak bisa berharap lahir generasi yang unggul jika budaya membaca masih rendah. Gerakan 15 Menit Membaca menjadi langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam membentuk kebiasaan belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ujar Sirajudin.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
“Kami ingin gerakan ini menjadi kebiasaan baru di sekolah. Ketika anak-anak terbiasa membaca setiap hari, kemampuan memahami pelajaran juga akan meningkat. Pada akhirnya, kualitas pendidikan di daerah ini ikut terdongkrak,” katanya.
Gerakan 15 Menit Membaca mengajak seluruh peserta didik menyisihkan waktu membaca selama 15 menit sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan itu diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Supriadi Goma, mengatakan gerakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan capaian literasi siswa SD dan SMP yang masih perlu diperbaiki.
Ketua Nahdlatul Ulama Boltara ini mengatakan, keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik.
“Gerakan ini membutuhkan komitmen bersama. Kami berharap seluruh sekolah dapat melaksanakannya secara konsisten sehingga budaya membaca benar-benar tumbuh dan berdampak pada peningkatan kemampuan literasi peserta didik,” ujarnya kepada media ini. (**/dan)



