Politik & Pemerintahan

PDIP Bolmut Buka Suara Soal Ketua DPRD, Evaluasi dan Pergantian Hal Biasa

BOROKO, BINADOW.COM — Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Safrizal Walahe, menegaskan dinamika terkait rekomendasi Ketua DPRD Bolmut merupakan bagian dari mekanisme internal partai yang berjalan secara normatif dan terstruktur.

Pernyataan itu disampaikan di tengah berkembangnya pembahasan soal siapa kader PDI Perjuangan yang akan mendapat penugasan sebagai Ketua DPRD Bolmut.

Menurut Safrizal, setiap keputusan partai lahir melalui proses organisasi dan pertimbangan menyeluruh, termasuk menjaga konsolidasi internal partai di daerah.

“Dalam organisasi politik, evaluasi itu sesuatu yang biasa dan normatif. Semua dilakukan melalui mekanisme partai dan tentu mempertimbangkan banyak aspek, terutama bagaimana menjaga konsolidasi internal serta kesinambungan kerja-kerja politik partai,” kata Safrizal kepada media ini, Sabtu, (9/5/2026).

Ia mengatakan seluruh kader partai wajib menghormati setiap keputusan yang nantinya ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, termasuk terkait reposisi alat kelengkapan dewan (AKD) dan jabatan Ketua DPRD.

Safrizal mengungkapkan, dalam rapat internal DPC, kader yang diusulkan telah menyatakan kesiapan menerima keputusan partai.

“Dalam forum internal itu sudah disampaikan dengan jelas bahwa seluruh kader yang ditugaskan partai siap menerima dan menghormati keputusan DPP PDI Perjuangan. Itu bagian dari disiplin dan loyalitas kader terhadap organisasi,” ujarnya.

Ia menilai dinamika yang berkembang menjelang keluarnya rekomendasi partai seharusnya disikapi secara dewasa oleh seluruh kader.

“Partai mengedepankan kebersamaan. Karena itu kami berharap seluruh kader tetap tenang, menjaga komunikasi yang baik, dan tidak membangun dinamika yang justru dapat mengganggu konsolidasi organisasi,” katanya.

Safrizal juga memastikan DPC PDI Perjuangan Bolmut tetap konsisten terhadap usulan tiga nama calon pimpinan DPRD yang telah dikirim ke DPP melalui DPD Sulawesi Utara.

Tiga nama tersebut yakni Abdul Zamad Lauma, Frangky Chendra, dan Dewi Astuti Mondo.

Menurut dia, ketiganya merupakan kader yang memiliki kapasitas dan rekam jejak politik di internal partai.

“Pak Abdul Zamad Lauma merupakan senior partai yang punya pengalaman panjang dalam organisasi. Bapak Frangky Chendra masih menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD. Sedangkan Ibu Dewi Mondo merupakan peraih suara terbanyak internal PDI Perjuangan pada Pileg lalu. Ketiganya adalah kader terbaik partai yang diusulkan secara resmi,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan, DPC saat ini memilih fokus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput sambil menunggu keputusan resmi partai.

“Dalam mekanisme partai politik, jabatan Ketua DPRD merupakan penugasan politik yang melekat pada kewenangan partai. Karena itu, keputusan akhir terkait rekomendasi pimpinan DPRD berada di tangan DPP PDI Perjuangan” ujar, mantan Ketua KNPI Bolmut itu. (**/dan)

Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button