BINADOW.COM, TEHERAN – Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, Sabtu (28/2/2026). Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan Israel dan AS ke Ibu Kota Iran, Teheran.
Mengutip laporan Associated Press, IRGC menyatakan militer Iran menargetkan Markas Armada Kelima AS di Bahrain, pangkalan AS di Qatar dan Uni Emirat Arab, serta sejumlah target militer di Israel. Serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi militer itu masih berlangsung dan informasi lanjutan akan disampaikan kemudian. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun korban di wilayah yang menjadi sasaran.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara ke Teheran pada Sabtu siang. Serangan dilaporkan menghantam lokasi di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui negaranya berada di balik serangan tersebut. Ia menyebut operasi dilakukan guna menghilangkan ancaman, namun tidak merinci lebih jauh.
Eskalasi ini terjadi setelah perundingan nuklir antara AS dan Iran kembali buntu. Seorang pejabat Amerika Serikat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi keterlibatan Washington dalam operasi serangan ke Teheran.

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.


![amin-lasena-pdip-boltara-banteng-sejati.webp Ketua DPC PDI Perjuangan Boltara Drs. Hi. Amin Lasena, MAP [Foto Dokumen binadow.com]](https://binadow.com/wp-content/uploads/2025/12/amin-lasena-pdip-boltara-banteng-sejati.webp-300x178.webp)



Komentar