Pendidikan

Komite SMAN 1 Pinogaluman Tolak Penghapusan Sumbangan, Tegaskan Tetap Sukarela

BOROKO, BINADOW.COM — Komite SMAN 1 Pinogaluman menolak usulan penghapusan sumbangan bagi kebutuhan sekolah. Sikap tersebut disepakati dalam rapat bersama pengurus komite dan orang tua siswa pada Kamis, (3/9/2026), dengan menegaskan sumbangan tetap bersifat sukarela dan tidak mengikat.

Ketua Komite SMAN 1 Pinogaluman, Masud Blongkod, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan komite bersama orang tua siswa. Forum tidak sepakat jika dukungan terhadap kebutuhan sekolah dihentikan, meski nominal iuran yang sebelumnya ditetapkan tidak lagi diberlakukan.

Menurut Masud, orang tua siswa tetap memiliki ruang memberikan sumbangan sesuai kemampuan masing-masing. Tidak ada nominal tertentu yang ditetapkan dan tidak ada kewajiban bagi orang tua yang tidak mampu memberikan kontribusi.

“Ini murni inisiatif kami sebagai komite dan orang tua siswa. Tidak ada intervensi dari pihak sekolah, tidak ada penetapan nominal, apalagi kewajiban membayar. Ini bentuk kepedulian kami terhadap sekolah,” kata Masud kepada media ini, Kamis, (3/9/2026).

Ia menegaskan sumbangan tersebut tidak sama dengan pungutan yang mewajibkan setiap orang tua membayar sejumlah uang. Sumbangan diberikan atas kesadaran masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sekolah.

“Ini bukan pungutan yang sifatnya wajib. Sumbangan dari anggota komite tidak mengikat. Siapa yang mampu dan mau membantu, silakan. Tidak ada paksaan,” ujarnya.

Masud mengatakan keputusan mempertahankan sumbangan sukarela muncul dari pembahasan mengenai berbagai kebutuhan sekolah. Menurut dia, keberadaan sekolah dan kemajuannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pihak sekolah.

Orang tua siswa, komite, dan pihak swasta dinilai dapat mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan pendidikan sesuai kemampuan masing-masing.

“Memajukan sekolah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pihak sekolah. Orang tua siswa, komite, bahkan pihak swasta juga bisa mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala SMAN 1 Pinogaluman Selfi Kohongia mengusulkan agar sekolah tidak lagi menetapkan nominal iuran komite mulai September 2026. Usulan tersebut disampaikan karena kondisi pembiayaan sekolah telah mengalami perubahan, termasuk berkurangnya jumlah guru honorer.

Selfi mengatakan usulan itu diserahkan kepada forum komite agar dibahas bersama pengurus dan orang tua siswa.

“Kita mengusulkan kepada komite sekolah untuk tidak lagi melakukan pungutan dengan ketentuan jumlah yang ditetapkan. Selanjutnya nanti akan berkembang di rapat internal komite,” ujar Selfi.

Masud kembali menegaskan hasil rapat tidak menetapkan nominal sumbangan tertentu. Dukungan dari orang tua sepenuhnya berdasarkan kesediaan dan kemampuan masing-masing serta tidak menjadi syarat bagi siswa maupun orang tua.

Pengelolaan sumbangan dilakukan melalui mekanisme komite dan diarahkan pada kebutuhan sekolah berdasarkan hasil pembahasan bersama.

Penulis: Ramdan Buhang

Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button