40 Anak Sekolah di Iran Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Brutal Israel

News48 Dilihat

BINADOW.COM, TEHERAN – Situasi di Timur Tengah semakin mencekam menyusul serangan udara masif yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Di tengah klaim intelijen asing mengenai target operasi, otoritas Teheran memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi para petinggi negara sekaligus melaporkan lonjakan korban jiwa sipil yang sangat memprihatinkan.

Kantor berita Fars menegaskan bahwa jajaran pejabat senior Republik Islam Iran saat ini berada dalam kondisi aman. Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar mengenai keberhasilan serangan Israel yang menyasar pusat komando dan kediaman pemimpin negara.

“Meskipun sumber-sumber Israel mengklaim telah menargetkan dan berhasil menyerang presiden dan para pemimpin senior Iran, sumber-sumber resmi di dalam negeri melaporkan bahwa para pejabat senior rezim, termasuk kepala angkatan bersenjata, dalam keadaan sehat walafiat,” demikian bunyi laporan resmi tersebut.

Beberapa tokoh kunci yang dipastikan dalam “keadaan sehat sepenuhnya” meliputi Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, hingga Kepala Keamanan Ali Larijani. Laporan ini bertujuan untuk menenangkan publik serta menjaga stabilitas internal di tengah gempuran militer yang masih berlangsung.

Namun, di sisi lain, duka mendalam menyelimuti wilayah Iran selatan. Serangan udara Israel yang menghantam sebuah fasilitas pendidikan di Provinsi Hormozgan dilaporkan memakan korban jiwa jauh lebih banyak dari perkiraan awal.

Sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab menjadi titik paling berdarah dalam eskalasi kali ini. Jika sebelumnya dilaporkan 24 siswa tewas, data terbaru dari kantor berita pemerintah IRNA menunjukkan angka yang jauh lebih mengerikan.

Jumlah korban tewas akibat serangan di sekolah tersebut kini telah melonjak menjadi 40 orang. Mayoritas korban adalah anak-anak sekolah dasar yang tengah berada di lingkungan sekolah saat rudal menghantam bangunan tersebut. Tragedi di Minab ini memicu kecaman keras dan kemarahan publik di seluruh negeri.

Tim penyelamat di Provinsi Hormozgan masih berupaya melakukan proses evakuasi di bawah bayang-bayang ancaman serangan susulan. Banyaknya korban luka yang berada dalam kondisi kritis membuat jumlah korban tewas dikhawatirkan masih bisa bertambah.

Eskalasi di tahun 2026 ini tercatat sebagai salah satu konfrontasi paling mematikan bagi warga sipil di kawasan Teluk. Komunitas internasional kini mendesak adanya penghentian kekerasan demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa dari kalangan anak-anak dan warga yang tidak berdosa.

Simber: beritasatu.com

 

Komentar