BOROKO, BINADOW.COM — Denyut ekonomi rakyat kembali terasa di jantung ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Pemerintah daerah secara resmi membuka kegiatan Gebyar Pasar Senggol Boroko yang dipusatkan di kawasan Lapangan Kembar Boroko, Minggu, (8/3/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, di hadapan jajaran pemerintah daerah serta masyarakat yang memadati lokasi pembukaan.
Suasana Lapangan Kembar Boroko tampak semarak. Deretan lapak pedagang mulai berdiri rapi, menawarkan beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian, kuliner, hingga berbagai produk usaha kecil. Pasar senggol yang menjadi agenda tahunan ini kembali hadir sebagai ruang pertemuan antara pedagang dan pembeli di momentum yang dinantikan masyarakat.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri para Asisten Sekda, pimpinan SKPD, para camat, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menandai dukungan pemerintah daerah terhadap geliat ekonomi rakyat melalui aktivitas perdagangan yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Dalam sambutannya, Sekda Bolmut dr. Jusnan C. Mokoginta menegaskan bahwa Pasar Senggol bukan sekadar kegiatan musiman, tetapi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Pasar Senggol ini diharapkan menjadi wadah bagi para pedagang dalam meningkatkan pendapatan, sekaligus memudahkan masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan,” ujar Jusnan kepada media ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal agar memiliki ruang berjualan yang strategis di pusat keramaian.
Usai membuka kegiatan, Sekda bersama para Asisten, pimpinan SKPD, serta para camat meninjau langsung lapak-lapak pedagang yang telah mulai beroperasi di kawasan Pasar Senggol Boroko. Mereka berdialog dengan sejumlah pedagang sekaligus melihat kesiapan fasilitas yang disediakan panitia.
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Pasar Senggol Boroko, Samsudin Olii, menyampaikan bahwa panitia menyiapkan puluhan lapak bagi pedagang yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Jumlah lapak yang kami siapkan sebanyak 85 unit. Hingga saat ini sekitar 60 lapak telah terisi oleh para pedagang,” kata Samsudin.
Ia menambahkan, antusiasme pedagang diperkirakan masih akan bertambah seiring berlangsungnya kegiatan pasar senggol yang setiap tahun selalu menjadi magnet bagi masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan wilayah sekitarnya. [Advertorial]

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.







Komentar