Tiga Proyek Jalan di Boltara Digarap Bersamaan, Alat dan Tenaga Kerja Dipakai Bergantian
BOROKO, BINADOW.COM — Tiga proyek jalan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dikerjakan tiga badan usaha berbeda. Ketiganya disebut masih berada dalam satu korporasi dengan PT Harmonis sebagai perusahaan yang memberikan dukungan peralatan.
Ketiga pekerjaan tersebut meliputi perbaikan jalan ibu kota yang dikerjakan CV Tirta Kencana dengan nilai kontrak sekitar Rp1,1 miliar. Rekonstruksi Jalan Pajala dikerjakan CV Karisma Persada dengan nilai kontrak sekitar Rp500 juta. Satu paket lainnya ialah rekonstruksi dan peningkatan jalan di Bolangitang oleh CV Padat Aksi Niaga dengan nilai kontrak sekitar Rp1,9 miliar.
Pengawas lapangan pihak kontraktor, Abdul Rahman Hulinggi, mengatakan ketiga perusahaan tersebut merupakan bagian dari satu korporasi dengan PT Harmonis.
“Masih satu korporasi dengan PT Harmonis. Tiga perusahaan ini adalah anak perusahaan,” ujar Abdul Rahman kepada media ini.
Hubungan tersebut juga terlihat dalam penggunaan sumber daya. Abdul Rahman mengatakan dukungan peralatan untuk ketiga proyek berasal dari PT Harmonis.
“Untuk peralatan sebagaimana yang masuk di dukungan alat dari PT Harmonis, alat yang ada hanya dari Harmonis,” katanya.
Menurut Abdul Rahman, sejumlah alat berat hanya tersedia satu unit dan digunakan secara bergantian pada tiga proyek.
“Misalnya untuk alat berat yang didatangkan hanya satu unit, seperti vibro atau alat-alat lain hanya satu unit dan akan mengerjakan proyek secara bergantian,” ujarnya.
Alat Bergantian di Tiga Lokasi
Masa pelaksanaan ketiga proyek berlangsung dalam periode yang beririsan. Peralatan yang digunakan pada satu pekerjaan kemudian berpindah ke lokasi pekerjaan lainnya.
Pola yang sama terjadi pada sebagian tenaga kerja. Abdul Rahman mengatakan setiap proyek memiliki kebutuhan personel sendiri dalam dokumen kontrak. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian tenaga kerja menangani lebih dari satu pekerjaan karena ketiga perusahaan berada dalam satu korporasi.
Pengawas lapangan disebut menangani tiga kegiatan. Operator alat juga mengikuti penggunaan peralatan yang berpindah antarproyek.
Setiap proyek tetap memiliki Direksi Keet sendiri. Menurut Abdul Rahman, terdapat tiga Direksi Keet untuk tiga pekerjaan tersebut.
Mengenai pengaturan alat selama masa pelaksanaan, Abdul Rahman mengatakan peralatan digunakan secara bergantian.
“Diusahakan ketiga pekerjaan dilaksanakan tepat waktu,” katanya.
Tenaga Kerja Digunakan Bersama
Penggunaan sumber daya bersama juga terjadi pada tenaga kerja.
Abdul Rahman mengatakan sejumlah personel yang dibutuhkan dalam pekerjaan menangani lebih dari satu proyek. Kondisi tersebut, menurut dia, berkaitan dengan status ketiga badan usaha yang masih berada dalam satu korporasi.
Operator alat termasuk personel yang mengikuti perpindahan peralatan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Sementara itu, masing-masing proyek tetap memiliki Direksi Keet sendiri. Tiga Direksi Keet digunakan untuk tiga paket pekerjaan tersebut.
PUTR Konfirmasi Temuan Unit Alat yang Sama
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bolmut, Abdul Jalil Pandialang, ST, membenarkan adanya unit alat yang sama digunakan secara bergantian pada beberapa paket pekerjaan tersebut.
Namun, dia mengatakan kondisi itu belum dapat langsung disimpulkan sebagai pelanggaran.
“Pada tiga paket tersebut, peralatan utama memang berstatus sewa dan masing-masing penyedia mencantumkan sumber atau pemberi sewa yang berbeda,” kata Abdul Jalil dalam konfirmasi tertulis kepada media ini.
Menurut dia, hasil pengecekan awal menunjukkan terdapat unit alat yang sama digunakan secara bergantian pada beberapa paket.
PUTR masih perlu mencocokkan kondisi lapangan dengan dokumen penawaran dan kontrak masing-masing penyedia.
Verifikasi itu mencakup identitas alat, dasar dan masa penguasaan atau sewa, serta jadwal penggunaannya.
“Hal ini belum dapat langsung disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan verifikasi terhadap kesesuaiannya dengan dokumen penawaran dan kontrak,” ujar Abdul Jalil.
PUTR juga akan melihat dampak penggunaan alat secara bergantian terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk metode kerja, progres, mutu dan waktu penyelesaian.
Abdul Jalil mengatakan verifikasi lanjutan akan dilakukan Tim Teknis dengan mencocokkan dokumen dan kondisi faktual di lapangan.
“Apabila ditemukan ketidaksesuaian atau berdampak terhadap pemenuhan kewajiban kontrak, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” katanya.
Ia menegaskan pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada kontrak dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif.
Penulis: Ramdan Buhang






