Di Forum Forkopimda, Ketua DPRD Boltara Tekankan Gotong Royong dan Ketahanan Daerah
BOROKO, BINADOW.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dewi Zandra Astuti Mondo, mendorong penguatan koordinasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga sangadi dalam menghadapi sejumlah agenda penting daerah.
Hal itu disampaikan Dewi saat menghadiri Rapat Forkopimda yang diperluas bersama pimpinan SKPD, camat, lurah, dan sangadi se-Kabupaten Boltara, Rabu (29/7/2026).
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda menjadi pembahasan utama, yakni persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pengendalian inflasi daerah, serta antisipasi dampak musim kemarau.
Dewi mengatakan, peringatan HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong hingga tingkat desa.
“Momentum ke-81 ini bukan sekadar seremonial, melainkan alat memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dari tingkat kabupaten hingga desa,” ujar Dewi dalam sambutannya.
Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa menggerakkan masyarakat dalam berbagai kegiatan, seperti kerja bakti, pemasangan bendera merah putih, pemasangan umbul-umbul, serta menghidupkan kembali perlombaan rakyat yang dapat mempererat hubungan sosial masyarakat.
Selain persiapan HUT RI, Dewi juga menyoroti pentingnya pengendalian inflasi daerah, terutama menjaga stabilitas harga pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, OPD terkait perlu memperkuat pemantauan harga pasar secara berkala dan menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kenaikan harga komoditas pangan.
“Stabilitas harga pangan adalah kunci utama kesejahteraan warga saat ini,” katanya.
Dewi juga mengingatkan pemerintah desa agar memanfaatkan program ketahanan pangan melalui dana desa, termasuk mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pokok seperti cabai, tomat, dan sayuran.
“Hal ini mungkin sudah dilakukan oleh para sangadi, maka dalam kesempatan ini saya hanya mengingatkan kembali,” ujarnya.
Dalam agenda ketiga, Ketua DPRD Boltara meminta perhatian serius terhadap potensi dampak musim kemarau, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, ancaman gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Ia meminta Dinas Pertanian melakukan pemetaan wilayah rawan gagal panen serta menyiapkan langkah antisipasi, termasuk bantuan pompa air bagi wilayah yang membutuhkan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemadam kebakaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan kekurangan air bersih di sejumlah desa.
Dewi juga mengingatkan para sangadi agar melakukan pencegahan kebakaran dengan melarang masyarakat membuka lahan menggunakan cara membakar.
“Larang keras warga membuka lahan dengan cara membakar. Aktifkan pos ronda desa untuk memantau titik api dan menjaga sumber air desa,” tegasnya.
Menutup penyampaiannya, Dewi menegaskan DPRD Boltara siap menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendukung kebijakan anggaran yang dibutuhkan dalam menghadapi tiga agenda tersebut.
“Sinergi antara Forkopimda, SKPD, camat, hingga kepala desa adalah kunci utama agar Boltara tetap aman, pangan terjaga, dan rakyat sejahtera,” tuturnya.
Penulis: Ramdan Buhang






