Infrastruktur Desa

Dari Rumah Reyot ke Layak Huni, Program RTLH Boltara Mulai Jalan

BOROKO, BINADOW.COM — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mulai menjalankan program pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan di daerah. Program ini menyasar warga berpenghasilan rendah yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

Pelaksanaan program ditandai dengan agenda peletakan batu pertama yang dijadwalkan pada Senin dan Rabu, 27 dan 29 April 2026. Titik awal kegiatan berada di Desa Ollot Satu, Kecamatan Bolangitang Barat, lalu berlanjut ke sejumlah lokasi lain yang telah melalui proses verifikasi lapangan.

Di lapangan, sejumlah calon penerima bantuan di Desa Ollot Satu dan Kuala Utara sudah menyiapkan lahan. Pembangunan mencakup rumah baru serta rehabilitasi berat bagi hunian yang tidak lagi layak ditempati.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Boltara, Ramin Buhang, menyebut program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat nyata,” ujar Ramin kepada media ini, Minggu (26/04/2026).

Ia menilai, rumah layak huni berperan penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, aman, dan nyaman. Intervensi di sektor perumahan juga dinilai dapat mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus memperkuat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Tahun ini, tujuh warga ditetapkan sebagai penerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi rumah, yakni Alfret Garing (Desa Sangtombolang), Farham Paputungan dan Alfian Samuel (Desa Bintauna Pantai), Hendra D. Gereu (Desa Mome), Mohamad Kantohe (Desa Bunong), Rahim Abubakar (Desa Ollot I), serta Erni Gumohung (Desa Kuala Utara).  (**/dan)

Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.

Comment

Back to top button