Penyelidikan / Penyidikan

Tak Ada Penambang Saat Razia, Jejak PETI Masih Terlihat di Pinogaluman

BOROKO, BINADOW.COM — Tim gabungan tidak menemukan aktivitas pertambangan maupun alat berat saat menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi area pertambangan tanpa izin di Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Senin (8/6/2026). Namun, petugas masih mendapati sejumlah jejak aktivitas pertambangan di lokasi yang diperiksa.

Operasi tersebut melibatkan personel Resmob Polres Bolaang Mongondow Utara, Polsek Pinogaluman, Pemerintah Kecamatan Pinogaluman, para sangadi, Dinas Lingkungan Hidup, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara.

Kapolsek Pinogaluman IPDA Ismail Nani mengatakan hasil pengecekan dan monitoring lapangan tidak menemukan excavator maupun aktivitas penambangan yang sedang berlangsung di lokasi sasaran.

“Dari hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan adanya alat berat berupa excavator yang beroperasi di lokasi yang dilakukan pemeriksaan,” kata Ismail kepada media ini.

Tim gabungan memulai kegiatan dengan apel konsolidasi di Markas Polsek Pinogaluman sebelum bergerak menuju sejumlah titik di Desa Busato. Penyisiran dilakukan di kawasan Kilometer 4, Kilometer 7, hingga sempadan sungai yang sebelumnya diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan.

Di lokasi tersebut, petugas tidak menemukan penambang tradisional maupun operator alat berat. Tim juga tidak menemukan alat berat yang beroperasi serta tidak mendapati sarana utama kegiatan pertambangan.

Meski demikian, hasil pengecekan menunjukkan masih adanya sejumlah jejak aktivitas pertambangan di kawasan yang diperiksa. Di beberapa titik terlihat bukaan lahan, galian tanah, aliran air berwarna kecoklatan, serta sejumlah sarana yang diduga pernah digunakan dalam aktivitas pertambangan.

Kapolsek Pinogaluman IPDA Ismail Nani (kanan) bersama tim gabungan melakukan pengecekan di lokasi yang diduga menjadi area pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Busato, Kecamatan Pinogaluman, Senin (8/6/2026). Dalam pengecekan tersebut, petugas mendokumentasikan sejumlah sarana yang ditemukan di sekitar lokasi dan masih melakukan pendalaman terkait keterkaitannya dengan aktivitas pertambangan.

Tim juga melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan peralatan tambang. Namun, upaya tersebut tidak menemukan alat maupun barang yang berkaitan langsung dengan aktivitas penambangan yang sedang berlangsung.

Ismail mengakui kondisi air sungai di wilayah tersebut masih tampak berwarna kecoklatan sebagaimana yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat dan petani yang memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan irigasi persawahan.

Air Sungai Busato terlihat keruh dan berwarna kecoklatan saat dilakukan pemantauan oleh tim gabungan. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam operasi pengecekan dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah tersebut.

Menurut dia, kondisi serupa juga terlihat di sekitar bendungan Desa Busato. Meski begitu, berdasarkan hasil pemantauan aparat dan instansi terkait, kualitas air sungai mulai menunjukkan perubahan dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Kondisi air sudah menunjukkan perubahan dibandingkan sebelumnya dan mulai berangsur jernih,” ujarnya.

Ia mengatakan aparat bersama instansi terkait akan terus melakukan monitoring dan penyelidikan guna memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan serta memberikan kepastian kepada masyarakat terkait informasi yang berkembang.

Hingga akhir kegiatan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Busato dan wilayah sekitarnya terpantau aman dan kondusif.

Polsek Pinogaluman bersama instansi terkait juga akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah Kecamatan Pinogaluman.

Kegiatan penertiban berlangsung sejak pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita dan berakhir dalam keadaan aman serta lancar. (**/dan)

Ramdan Buhang

Meniti karier sebagai Jurnalis sejak 2010, berkomitmen pada dunia jurnalistik. Merekam jejak, mengungkap fakta, dan menyajikan cerita dengan perspektif berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button